Ujian Nasional Diganti Dengan Assesmen Kompetensi Minimum

Ujian Nasional Diganti Dengan Assesmen Kompetensi Minimum



Ujian Nasional merupakan salah satu sistem evaluasi standar pendidikan yang sudah diterapkan di Indonesia. Dengan adanya Ujian Nasional, para siswa akan belajar dan berusaha untuk mendapatkan nilai dari mata pelajaran yang diujikan. 

Beberapa mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Kompetensi Bidang bila di jenjang SMK. 

Hasil nilai UN tersebut nantinya akan digunakan sebagai syarat kelulusan para siswa apakah lulus atau tidak. Apabila mendapatkan nilai yang baik maka kesempatan lulus akan semakin besar. Selain itu, hasil Nilai UN juga dapat digunakan untuk melanjtukan ke jenjang berikutnya seperti setelah lulus SD ke SMP dan seterusnya. 

Selain itu, hasil UN juga dapat digunakan sebagai syarat untuk memasuki dunia kerja. Banyak perusahaan yang mencari kadidat pelamar dengan melihat nilai ujian yang diraihnya. Bahkan ada yang lebih spesifik dengan mencari para pelamar yang memiliki nilai ujian matematika yang baik dengan batas minimum yang sudah ditentukan oleh perusahaan. 

Penghapusan UN di Tahun 2021 


Meski UN cukup penting, Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah memutuskan bahwasanya di tahun 2021 nanti UN akan ditiadakan. Tentu hal ini sudah dipikirkan secara matang dan memiliki alasan tersendiri mengapa UN di tahun 2021 nanti akan ditiadakan. 

Penghapusan UN tersebut nantinya akan diganti menjadi Assesmen Kompetensi Minimum. Hal itu sudah diutarakan langsung oleh Nadiem Karim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penghapusan UN tentu tidak lain karena alasan penting untuk mengubah skema pendidikan menjadi lebih baik kedepannya. 

Salah satu alasan dari dihapusnya UN adalah supaya siswa tidak terlalu dibebani ketika di masa akhir sekolah mengharuskan mereka belajar secara paksa mengenai materi belajar yang sudah ditentukan. Seperti yang anda ketahui sendiri, ketika akan menghadapi Ujian Nasional para siswa diharuskan belajar secara paksa untuk mendapatkan nilai ujian yang baik. 

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa UN akan segara dihapus. Namun ada juga alasan lainnya yang lebih spesifik mengenai penggantian UN menjadi Assesmen Kompetensi Minimum. 

Assesmen Kompetensi Minimum 


Apakah anda tahu apa itu Assesmen Kompetensi Minimum? Penghapusan UN nantinya akan diganti menjadi Assesmen Kompetensi Minimum yang merupakan suatu assesmen yang diukur kemampuan minimalnya yang dibutuhak oleh para siswa. Dimana para siswa memiliki batas minimum dalam belajar. Dalam hal ini, materi yang dinilai nantinya adalah literasi dan numerisasi. 

- Literasi 

Literasi merupakan salah satu materi yang menganalisa suatu bacaan, dimana bukan hanya kemampuan membaca saja namun dapat melakukan analisa terhadap apa yang dibacanya. Kemampuan literasi juga dituju untuk memahami konsep di balik tulisan tersebut. 

- Numerisasi 

Berbeda dengan numerisasi yang berhubungan dengan angka. Numerisasi merupakan suatu materi yang menganalisa dengan menggunakan angka-angka. Assesmen yang satu ini pasti akan berhubungan dengan angka yang diterapkan nantinya. 

Assesmen yang satu ini merupakan kompetensi minimum yang dibutuhkan oleh par asiswa agar bisa belajar apapun mata pelajarannya. 

Nadiem juga menegaskan konsem asesmen tersebut bahwasanya bukan hanya mata pelajaran saja maupun penguasaan konten ataupun materi. Semua hal harus dapat dipelajari secara efektif sesuai dengan batas kemampuan yang dimilikinya. 

“Ini berdasarkan kompetensi minimum yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar apapun mata pelajarannya” ujar Nadiem Makarim. 

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia juga menerangkan terkait adanya merdeka belajar. Dimana para siswa tidak akan bergantung pada guru, melainkan pada diri sendiri untuk bisa melatih skill dan kemampuannya di bidang yang dikuasainya. 

 Merdeka belajar bukan berarti tidak belajar sama sekali, melainkan anda akan terlatih kreativitasnya supaya dapat belajar dengan baik. 

Harapan besar bagi seluruh rakyat Indonesia dengan adanya penggantian UN menjadi Assemen Kompetensi Minimum ini akan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Selain itu, pendidikan di Indonesia juga akan lebih layak dan semakin maju untuk dikenal dunia. 

Ada banyak orang yang hebat dan dari pihak pemerintah harus bisa mensuportnya dengan baik. Hal ini juga akan bermanfaat untuk masa depan anak-anak kedepannya.