Berita Pendidikan
News Update
Loading...

Contoh Proposal

[contoh proposal][recentbylabel]

5/16/2021

Tips Sukses Menjadi Guru Honorer

Tips Sukses Menjadi Guru Honorer

Tips Sukses Menjadi Guru Honorer mungkin tidaklah mudah. Akan tetapi harus dilakukan dengan sabar, tawakal, dan juga berupaya menjadi lebih baik.

Tips Sukses Menjadi Guru Honorer
Meski sudah mempunya ijazah dengan jenjang tertentu, bukan suatu jaminan untuk bisa hidup mapan seperti yang diinginkan.

Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap jika dunia ini tidaklah adil. Apalagi untuk meraih jazah sarjana, bukan suatu perkara yang mudah.

Nah, pada era yang serba modern seperti sekarang ini. Mencari pekerjaan sangatlah sulit. Hal tersebut tidak lepas dari ketatnya persaingan serta pengaruh lainnya.

Yang menjadi topik kami kali ini ialah, bagaimana tips sukses menjadi guru honorer? Daftar lengkapnya bisa anda simak pada beberapa poin di bawah ini.

Semangat dan Pantang Menyerah

Jika memang keputusan anda untuk memilih profesi guru honorer, maka tentu harus lebih tahan banting. Intinya, anda jangan mudah menyerah.

Pasalnya, setiap kesuksesan memerlukan usaha yang keras serta proses yang panjang. Intinya, kesuksesan tersebut tidak bisa diraih secara instan.

Besaran gaji yang diperoleh pun sangat jauh dari harapan. Sehingga anda dituntut untuk lebih sabar dan tetap semangat.

Tidak Lupa Bersyukur

Bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan merupakan kunci dalam memperoleh rejeki yang berkah. Meski sedikit, jika disyukuri justru rejeki tersebut akan ditambah.

Dengan gaji yang tidak seberapa, menjadi sebuah tantangan bagi guru honorer untuk bisa meraih kesuksesan.

Intinya, syukuri saja apa yang diberikan pada diri kita. Dan jangan lupa untuk yakin bahwa suatu saat akan memperoleh gaji yang lebih pantas dan layak.

Sabar Dalam Menghadapi Kenyataan

Sabar menjadi kunci sukses bagi semua orang. Khususnya saat mereka menghadapi masa-masa sulit dalam karir.

Jangan terlalu mudah menyerah dengan apa yang terjadi pada diri kita. Meski hal tersebut berada jauh dari harapan.

Apabila kita tidak sabar, maka sudah pasti akan kehilangan langkah dalam meraih kesuksesan menjadi guru honorer.

Selalu Fokus Pada Tujuan

Mungkin sangat sulit untuk tetap fokus menjadi guru honorer yang sukses. Pasalnya akan banyak hambatan dan cobaan yang akan dihadapi.

Khususnya pada masa awal karir, tepatnya di 1 hingga 2 tahun pertama. Pasti ada keinginan untuk berhenti menjadi guru atau pindah profesi yang lebih menjanjikan.

Meningkatkan Skill

Gaji bukan suatu hal yang bisa anda terlalu pikirkan, khususnya saat masih baru mengabdi menjadi guru honorer.

Anggap saja masa-masa sulit yang dihadapi sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan. Sehingga anda bisa lebih paham dalam mengajar murid dengan berbagai karakter.

Coba cari referensi tentang bagaimana cara mengajar yang baik. Baik itu referensi yang diperoleh secara online, media cetak, atau konsultasi langsung dengan guru honorer yang lain.

Jangan Lupa Berdo’a

Poin terakhir yang bisa kami sampaikan ialah dengan lebih rajin berdoa. Tujuannya agar bisa memperoleh sesuatu yang sesuai dengan harapan.

Pasalnya, kerja keras tidak akan cukup untuk meraih kesuksesan. Butuh pelengkap berbentuk doa agar lebih sabar dan menerima apa yang anda jalani.

5/14/2021

Contoh Soal Menghitung Nilai Besaran Pada Gelombang

Contoh Soal Menghitung Nilai Besaran Pada Gelombang

Ada begitu banyak Contoh Soal Menghitung Nilai Besaran Pada Gelombang yang bisa anda peroleh dari internet. Salah satunya cara sederhana yang akan kami rangkum di bawah ini.

Seperti yang kita ketahui, gelombang mekanik jenis transversal mempunyai beberapa besaran tertentu. Sehingga perhitungan yang dilakukan pun mungkin memperoleh hasil berbeda.

Sebagai contoh besaran yang bisa ditentukan pada sebuah gelombang transversal ialah, gelombang pada tali. Bisa diukur tentang kecepatan, frekuensi, perioda, dan juga panjang gelombang.

Pada jenjang atau tingkat sekolah SMP/MTs, soal ujian IPA Fisika yang mempunyai kaitan dengan besaran gelombang tersebut masih sering muncul.

Entah itu dalam bentuk ujian sekolah, atau bisa pada ujian nasional. Sehingga perlu pembelajaran lebih lanjut agar tidak bingung saat mengerjakan soal.

Nah, bagi anda yang masih duduk di bangku SMP/MTs, bisa jadi contoh soal yang kami buat ini akan dikemukakan menjadi salah satu alternatif bahan belajar.

Dalam hal ini, siswa akan diminta untuk bisa menentukan nilai dari salah satu besaran. Khususnya jika besaran lainnya sudah diketahui.

Formulasi atau rumus yang sering dipergunakan dalam menghitung salah satu besaran pada gelombang ialah :

V = A x f, dimana V = kecepatan rambat gelombang, A = (lamda) panjang gelombang, dan f = frekuensi gelombang.

Contoh soal yang akan diberikan pada siswa sudah dalam bentuk gambar penjelas. Bahkan dilengkapi pula pertanyaan dan pernyataan.

Jika sudah penasaran dengan contoh soal yang kami siapkan, berikut penjelasan lebih lanjut tentag cara hitung besaran pada gelombang.

Contoh Soal :

Perhatikan gambar di bawah ini!

Contoh Soal Menghitung Nilai Besaran Pada Gelombang
Seutas tali yang disentakkan membentuk gelombang transversal seperti yang tertera pada gambar. Apabila frekuensi gelombang 2 Hz, maka cepat rambat dari gelombang tersebut adalah ...

  • A. 10 m/s
  • B. 8,0 m/s
  • C. 6,0 m/s
  • D. 4,0 m/s

Pembahasan Soal :

Dketahui : f = 2 Hz

Berdasar pada gambar di atas, panjang gelombang A – B – C – D – E adalah 2A. Jarak antara dua dasar lembah gelombang  = 4 m, sama dengan jarak 1A. Maka dari itu, jarak 2A = 8 m. Berarti 1A = 4 m.
Dengan mengunakan rumus persamaan gelombang : V = A x f, maka :

  • V = A x f
  • V = 4 m x 2 Hz
  • V = 8 m/s

Kunci Jawaban :

B (8 m/s)

Contoh di atas kami hitung berdasar pada penggunaan rumus yang sederhana. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan masih ada rumus yang paling mudah untuk diterapkan.

Mungkin hanya itu saja yang bisa kami sampaikan pada ulasan kali ini. Semoga apa yang kami tulis bisa berguna bagi orang yang membutuhkan.

5/13/2021

Tips Mendikbud Untuk Guru Dan Orang Tua Saat PPJ

Tips Mendikbud Untuk Guru Dan Orang Tua Saat PPJ

Tips Mendikbud Untuk Guru Dan Orang Tua Saat PPJ ini kami rangkum dari beberapa sumber yang ada di internet. Mungkin poin yang dijelaskan sama, namun tidak semuanya memberikan poin yang mudah dipahami.

Tips Mendikbud Untuk Guru Dan Orang Tua Saat PPJ
Seperti yang kita ketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim berbagi tips untuk kalangan guru dan orang tua. Tips tersebut ialah menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) agar lebih optimal.

Apa saja tips yang dimaksud? Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak daftar berikut :

Mengelola Stres

Pada tips yang pertama, Mendikbud menyebut bahwa seorang guru harus bisa mengelola stres. Khususnya pada masa adaptasi seperti sekarang ini.

Adaptasi yang dimaksud ialah adopsi teknologi serta mencari metode yang lebih baik dalam menerapkan proses belajar mengajar keseharian.

Mungkin tahap ini terbilang tidak mudah, bahkan bisa disebut penuh kebingungan dan ketidakpastian. Akan tetapi kondisi tersebut normal, dan harus cari cara keluar dari zona nyaman.

Bagi Kelas Dalam Beberapa Kelompok

Untuk tips yang kedua, ialah membagi kelas siswa dalam kelompok belajar yang kecil. Namun belajar dari kompetensi yang sama.

Contoh sederhananya ialah membagi waktu menjadi kelompok yang lebih kecil. Akan tetapi masing-masing mempunyai porsi yang sama.

Dalam hal ini, setiap kelompok harus fokus pada topik yang menyulitkan mereka, atau bahkan topik yang dianggap paling menarik.

Project Base Learning

Mendikbud juga menyarankan guru untuk melakukan project base learning, yaitu mengarahkan siswa untuk bisa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, serta sebagai tantangan tersendiri bagi siswa.

Tujuan dari tips ini ialah untuk melatih siswa sekaligus kemampuan dalam mendorong keinginan kerjasama antar murid.

Dengan demikian, secara otomatis akan menumbuhkan rasa gotong royong antar siswa.

Alokasikan Waktu

Guru harus bisa mengalokasikan waktu yang lebih banyak bagi murid yang tertinggal. Langkah ini merupakan kesempatan utnuk memberikan fokus bagi kebanyakan murid yang tertinggal kelas.

Selain bisa membantu murid yang kurang paham dengan materi yang diajarkan. Tentu mereka pun akan lebih percaya diri lantaran sudah yakin tidak tertinggal.

Prioritaskan Bahan Ajaran

Guru dituntut untuk bisa memprioritaskan bahan mengajar serta tidak semua materi mengajar dipaksakan untuk selesai.

Poin ini mungkin kesempatan yang baik dalam menguatkan konsep fundamental. Khususnya yang mendasari peserta didik untuk sukses pada semua mata pelajaran.

Berbagi Sesama Guru

Mendikbud juga menyarankan guru untuk saling menyontek. Artinya, dalam hal ini guru bisa saling belajar untuk melakukan inovasi.

Tidak sedikit guru yang berinovasi dengan metode belajar online. Meski pada dasarnya ada guru yang lambar dan lebih cepat dalam beradaptasi dengan teknologi.

Membawa Perasaan Senang

Poin terakhir pada tips ini ialah membawa perasaan senang dalam mengajar. Bahkan guru harus menciptakan suasana PPJ tidak membosankan.

Cobalah hal baru untuk para murid, yakni dengan mendengarkan insting. Seperti halnya murid, kondisi ini merupakan waktu untuk guru dan orang tua dalam berinovasi melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.

Mungkin hanya itu saja yang bisa kami sampaikan, semoga bisa membantu.

5/12/2021

Tips Dan Trik Menjadi Guru Teladan

Tips Dan Trik Menjadi Guru Teladan

Pada dasarnya, Tips Dan Trik Menjadi Guru Teladan sangatlah mudah. Yang terpenting anda lebih kreatif dan bisa melihat kondisi sekolah dan murid.

Tips Dan Trik Menjadi Guru Teladan
Seperti yang kita ketahui, menjadi guru merupakan sebuah profesi yang sangat mulia. Sebab guru berbagi serta mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi peserta didiknya.

Bahkan hingga ada ungkapan yang menyebut bahwa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Maka seorang guru haruslah menjadi teladan atau contoh yang baik bagi para muridnya.

Yang menjadi pertanyaan disini ialah, bagaimana tips dan trik menjadi guru teladan yang baik? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak daftar sederhana di bawah ini.

Mempersiapkan Mental

Ketika anda hendak mengajar, maka mental menjadi kunci penting untuk diperhatikan. Dalam hal ini, perlu memperhatikan apa saja yang sudah disiapkan.

Pasanya semua akan sia-sia ketika anda menyampaikannya dengan gugup. Jadi, coba tanamkan dalam hati rasa percaya diri yang tinggi. Khususnya saat anda berada dalam kelas.

Penuhi Harapan Peserta Didik

Anak didik atau siswa sangat berharap mempunyai guru yang sesuai. Sebab mereka menganggap jika guru merupakan sumber ilmu.

Apa saja yang belum mereka ketahui atau pahami, pasti akan bertanya pada guru. Sehinggga, anda dituntut untuk lebih banyak belajar tentang informasi terkait materi yang diajarkan kepada murid.

Punya Peran Sebagai Orang Tua

Tidak hanya sebagai fasilitaor ilmu, namun guru juga dituntut untuk menjadi orang tua kedua bagi siswa. Bahkan sudah menjadi tugas seorang guru.

Dalam hal ini, guru harus lebih siap dalam menghadapi kemanjaan serta kenakalan siswa. Intinya, hadapi mereka seperti halnya merawat anak kandung sendiri.

Buat Peraturan Dalam Kelas

Tujuan dari dibuatnya peraturan ialah sebagai batasan atau rambut yang harus dipatuhi ileh semua siswa.

Akan lebih baik jika peraturan tersebut dibuat berdasar musyawarah antara guru dan sisiwa. Sehingga nantinya tidak terjadi kesalahpahaman.

Tetapkan Sanksi Indisipliner

Tidak hanya terkait dengan peraturan, melainkan sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar juga harus didiskusikan dan disepakati sebelumnya antara murid dan guru.

Sehingga saat mereka melakukan pelanggaran (indisipliner), sudah diketahui sanksi yang akan mereka terima.

Hindari Tegang dan Selingi Humor

Humor menjadi salah satu cara yang paling efektif bagi guru untuk mencairkan suasana yang tegang di dalam kelas.

Khususnya pada saat menjalani proses belajar mengajar. Humor disini sangat ampuh untuk menetralisir situasi.

Komunikasi Dengan Semua

Adanya komunikasi antara guru dan murid sangatlah penting. Sebab bermula dari sini, seorang guru bisa mengetahui karakter peserta didik.

Bahkan perlu juga diadakan komunikasi dengan orang tua atau wali murid.Sehingga proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu, guru juga harus bisa berkomunikasi dengan guru lain atau semua pihak di sekolah.

5/11/2021

4 Pertimbangan Memilih Metode Pembelajaran

4 Pertimbangan Memilih Metode Pembelajaran

Setidaknya ada 4 Pertimbangan Memilih Metode Pembelajaran. Sehingga proses belajar mengajar di kelas bisa berjalan sebagaimana mestinya.

4 Pertimbangan Memilih Metode Pembelajaran
Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran? Dirangkum dari beberapa sumber, metode pembelajaran merupakan teknik atau cara yang dipakai oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran siswa di dalam kelas.

Bisa disebut jika teknik atau cara penyampaian yang digunakan oleh guru, akan sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran.

Secara dasar, mungkin guru sudah tidak merasa asing dengan metode pembelajaran, khususnya yang ada dalam dunia pendidikan Indonesia.

Pasalnya ada begitu banyak metode yang sudah diketahui atau bahkan dilaksanakan oleh guru dalam menunaikan tugas mereka.

Sebagai contoh ialah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, eksperimen, demonstrasi, resitasi, pemberian tugas, dan lain sebagainya.

Untuk saat ini metode yang paling populer di kalangan guru ialah metode ceramah. Akan tetapi, ada sebagian guru yang menganggap bahwa mtode tersebut kurang baik.

Sebab guru dianggap lebih mendominasi pembelajaran dibanding siswa, serta mengurangi kadar aktivitas siswa dalam belajar.

Sedangkan metode pembelajaran yang paling banyak disukai ialah eksperimen. Namun tidak sedikit pula yang lebih memilih demonstrasi lantaran keterbatasan alat praktikum.

Berdasar pada sejumlah uraian di atas, maka setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih suatu metode pembelajaran. Beberapa diantaranya ialah :

Karakter Materi Pelajaran

Sangat sulit menyampaikan kepada siswa dengan menerapkan metode tertentu, pasalnya setiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang berbeda.

Tidak terkecuali juga tujuan pembelajaran yang akan dicapai dari materi tersebut. Sebagau contoh ialah mata pelajaran yang mempunyai sifat eksakta, maka lebih tepat menggunakan metode eksperimen atau demonstrasi.

Ketersediaan Sarana Belajar

Adanya alat, sarana, atau media yang tersedia di sekolah juga sangat berpengaruh pada penggunaan metode pembelajaran.

Bahkan metode eksperimen atau demonstrasi tidak mungkin digunakan apabila penunjang metode tersebut tidak tersedia.

Kemampuan Dasar Siswa

Dikarenakan kemampuan dasar siswa di sekolah pedesaan dan perkotaan berbeda. Maka guru patut mempertimbangkan pemilihan metode yang tepat.

Sebagai contoh menggunakan metode resitasi dan tugas, maka akan berjalan baik jika kemampuan dasar siswa cukup memadai untuk berdiskusi. Bahkan keterampilan berbicara siswa juga berpengaruh.

Alokasi Waktu Pembelajaran

Guru perlu mempertimbangkan alokasi waktu yang tersedia serta tercantum dalam kurikulum. Apabila waktu yang tersedia terbatas, maka guru bisa memilih metode yang lebih sederhana, yakni ceramah, tanya jawab atau diskusi.

Pasalnya sangat tidak dimungkinkan untuk memilih metode eksperimen ataupun resitasi, yakni dengan waktu yang tidak cukup.

Sebagai informasi tambahan, tentu semua metode yang kami jelaskan di atas mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga memerlukan pertimbangan secara khusus.

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum. Semoga bisa membantu.

5/10/2021

Tips Menghadapi Murid Yang Hiperaktif

Tips Menghadapi Murid Yang Hiperaktif

Merangkum dari beberapa sumber, Tips Menghadapi Murid Yang Hiperaktif yang bisa anda terapkan sangatlah mudah. Yang terpenting lebih percaya diri dan mengenal karakter murid dengan baik.

Tips Menghadapi Murid Yang Hiperaktif
Nah sebagai seorang guru, tentu mempunyai harapan semua murid tetap diam dan memperhatikan semua pembelajaran yang diberikan, khususnya saat berada di dalam kelas.

Akan tetapi pada kenyataannya, harapan tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sebab pastinya didalam kelas ada beberapa murid yang hiperaktif.

Pada kondisi yang demikian, umumnya murid yang hiperaktif lebih sulit untuk diberitahu. Sehingga memerlukan tips agar mereka mendengar ucapan kita.

Terlebih lagi, adapula beberapa dari mereka yang justru memancing teman-temannya untuk membuat kegaduhan. Sehingga sebagai guru, kita akan dibuat pusing saat henda menyampaikan pembelajaran.

Nah jika anda penasaran, berikut beberapa Tips Menghadapi Murid Yang Hiperaktif di kelas. Apa saja?

Mengatur Posisi Duduk

Apabila siswa tampak hiperaktif, maka perlu dipindah tempat duduk yang lebih dekat dengan anda. Serta posisikan mereka dengan anak yang tenang dan fokus pada pembelajaran yang disampaikan.

Secara tidak langsung, kondisi tersebut bisa mengubah pola pikir anak yang hiperaktif. Sehinga, anda pun bisa mengawasi anak tersebut serta memberikan nasihat bari mereka.

Memanggil Atau Menepuk Pundaknya

Saat anda memberikan pembelajaran bagi para murid, serta salah satu murid yang hiperaktif tampak berbicara sendiri, maka panggil namanya atau bisa pula dengan menepuk pundaknya.

Tujuan dari langkah ini ialah agar dia bisa kembali fokus pada pembelajaran. Lakukan secara terus menerus, khususnya jika mereka mengulang perilaku yang sama.

Dengan demikian, meraka akan lebih paham jika perilaku tersebut bukan hal yang baik. Khususnya saat sedang berada dalam kelas.

Bantu Kendalikan Emosi

Secara tiba-tiba, bisa saja anak yang hiperaktif menunjukkan perilaku diluar kontrol. Bahkan bisa tiba-tiba marah, menangis, atau berteriak.

Dalam hal ini, anda bisa memberikan pengertian yang bisa dipahami oleh anak. Serta bantu dia mengatur emosi, yakni dengan mengambil dan mendorong nafas dalam-dalam.

Tujuannya agar anak tersebut bisa lebih tenang. Bahkan bisa pula diberikan pujian, khususnya saat dia mau mendengarkan arahan dari anda.

Beri Pengertian Pada Temannya

Umumnya anak yang hiperaktif akan melakukan sesuatu yang tidak senangi oleh teman-temannya. Dalam hal ini, anda bisa memberikan pemahaman bagi mereka, yakni dengan lebih sabar menghadapi teman yang hiperaktif tersebut.

Selain tidak menjauhi, mereka pun bisa berperan untuk membantu temannya menenangkan diri.

Bekerjasama Dengan Orang Tua

Anda perlu bekerjasama dengan orang tua mereka dalam hal edukasi akan pentingnya asupan gizi. Dalam beberapa kasus anak hiperaktif, mereka mempunyai perilaku sangat aktif. Khususnya saat mengkonsumsi makanan tertentu.

Oleh karena itu, koordinasikan dengan orang tua untuk tidak memberikan makanan yang mengandung banyak gula, pemanis, pengawet, ataupun makanan atau minuman dingin.

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum, semoga bisa membantu.

5/09/2021

Tips Menjadi Guru Kesayangan Murid

Tips Menjadi Guru Kesayangan Murid

Dijaman serba teknologi seperti sekarang, mencari informasi tentang Tips Menjadi Guru Kesayangan Murid tidaklah susah. Sebab hanya memerlukan gadget yang tersambung dengan internet.

Tips Menjadi Guru Kesayangan Murid
Dalam tugasnya, guru tidak hanya berperan sebagai orang yang menstransfer ilmu dari dirinya ke peserta didik. Namun masih banyak peran lain yang harus dipelajari.

Guru pada jaman seperti sekarang, tidak lagi harus mendominasi kelas. Namun sekaligus sebagai fasilitator yang menjalankan alur kegiatan di kelas.

Teruntuk guru yang masih pemula, bagaimana sih cara supaya bisa disayangi dan disukai oleh siswa? Tips selengkapnya bisa anda simak pada daftar berikut :

Gunakan Humor

Murid tidak suka dengan kondisi yang tegang dan kurang bersahabat. Dalam hal ini, humor bisa menjadi peran untuk memecah kebekuan di dalam kelas.

Humor yang dimaksud disini tidak hanya berlaku seperti jokes-jokes alam komedian. Namun hanya sekedar menertawakan diri sendiri kerika melakukan kesalahan.

Apalagi sampai bisa tertawa bersama dengan siswa. Sehingga secara tidak langsung bisa menghilangkan sekat antara guru dan murid.

Lebih Ramah

Sebagi guru, anda perlu memastikan bahwa siswa bisa diterima dengan baik dan merasa nyaman di kelas. Perlu belajar lebih baik untuk menghafal nama siswa, sebab mereka pun akan sangat senang mendengarnya.

Poin lainnya, anda juga perlu meluangkan waktu untuk siswa. Contoh sederhananya ialah dengan kelas tambahan bagi siswa yang belum paham.

Peduli dan Peka Terhadap Siswa

Bukan hanya sebatas peserta didik, namun anda juga harus peduli pada siswa dengan memahami latar belakang mereka.

Dalam hal ini, tentu perlu mencari informasi mengenai hobi, budaya, dan bagaimana mereka menghabiskan waktu.

Selain itu, anda juga harus peka terhadap masalah pribadi siswa. Sebab tidak semua siswa masuk kelas dalam keadaan hati yang baik-baik saja.

Sudah menjadi tugas seorang guru utnuk lebih paham dengan kondisi mental siswa, khususnya saat mereka mempunyai masalah pribadi di rumah.

Lakukan Kolaborasi

Poin lanjutan agar anda lebih disukai murid ualah dengan melakukan kolaborasi siswa agar bisa bekerja sama. Bagi siswa yang mempunyai komunikasi baik antar sesama teman kelasnya, sangat kecil kemungkinan mereka mempunyai masalah sosial.

Dalam hal ini, anda bisa membuat pembelajaran yang mudah agar siswa lebih mudah berinteraksi. Dengan kata lain, mereka pun akan lebih leluasa dalam mendiskusikan pandangan mereka.

Evaluasi dan Umpan Balik

Anda perlu melibatkan siswa dan orang tua untuk mengokreksi progres siswa di kelas. Tidak hanya dalam hal yang negatif,namun juga progres serta peningkatan apa saja yang sudah dicapai siswa.

Tidak hanya dilakukan pada saat penerimaan rapor, namun perlu dilakukan rutin guna memberitakan hasil kinerja siswa kepada orang tua.

Dengan demikian, orang tua dan siswa lebih paham dengan apa yang mereka lakukan serta bagaimana cara memperbaikinya.

Mungkin hanya itu saja yang bisa kami sampaikan, semoga bisa menjadi referensi untuk menuju kreatifitas yang lebih baik.

5/08/2021

Tips Menjalankan AN Untuk Guru dan Sekolah

Tips Menjalankan AN Untuk Guru dan Sekolah

Ada begitu banyak Tips Menjalankan AN Untuk Guru dan Sekolah yang bisa kalian pelajari. Khususnya pada artikel yang akan kami bahas kali ini.

Tips Menjalankan AN Untuk Guru dan Sekolah
Seperti yang dijelaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asesmen Nasional (AN) mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Akan tetapi, hal tersebut tentunya diperlukan upaya yang harus diterapkan guna mencapai target yang diinginkan oleh sekolah ataupun madrasah.

Dalam hal ini, seorang guru dan pihak sekolah perlu melakukan analisis terhadap tujuan pembelajaran. Sehingga poin yang dimasud dalam AN bisa terlaksana.

Intinya, kegiatan dan konten pembelajaran yang diajarkan, haruslah mempunyai potensi untuk mengembangkan kompetensi literasi, numerisasi dan juga karakter.

Setidaknya ada beberapa poin supaya Asesmen Nasional berjalan sebagaimana mestinya. Beberapaa poin yang dimaksud ialah :

Lakukan Analisis Kontribusi

Untuk poin yang pertama, guru dan sekolah harus paham tentang metode mana yang paling dekat dengan kompetensi yang dimaksud.

Intinya, masing-masing guru perlu tau mana yang bisa memberikan kontribusi terbesar. Sehingga langkah berikutnya bisa diterakan metode yang lebih tepat dan mengenai sasaran.

Terapkan Perencanaan

Lanjut pada tahap atau poin kedua, ialah dengan melakukan perencanaan pembelajaran kolaboratif berbasis pada murid yang diajar.

Sehingga kolaborasi tersebut tidak hanya guru berbasis mata pelajaran. Namun juga secara keseluruhan guru pada tingkat kelasnya masing-masing.

Poin ini sangat terkait dengan kolaborasi, diskusi, dan analisis pencapaian pembelajaran. Sehingga guru bisa paham dengan tujuan bersama atau analisis beban tugas para murid.

Sebagai contoh, kelas berbeda namun masih dalam kelas 7, semua mata pelajaran guru harus berkumpul dan merancang pengalaman belajar murid.

Selain itu, guru juga harus memperbanyak forum berbagi praktik. Baik itu dalam pembelajaran berbasis kompetensi atau yang lainnya.

Lakukan Secara Realistis

Pada poin ketiga, setidaknya harus dilakukan secara realistis, sehingga guru bisa lebih sensitif dan peka dalam memanfaatkan hasil level AN pada lingkup sekolah.

Secara dasar, para guru harus melakukan hal yang sama. Yakni memulai asesmen pada awal pembelajaran.

Tujuannya ialah untuk memahami kompetensi awal murid sebagai dasar penyusunan perencanaan pembelajaran masa akan datang.

Dengan memperbanyak forum diskusi dan berbagi, maka guru dan sekolah diyakini akan mampu menyusun asesmen numerisasi, literasi dan karakter.

Meski tidak harus sempurna, namun setidaknya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan pada akhirnya pun harus dilakukan revisi agar lebih baik lagi.

Mengurangi Tugas Para Murid

Poin terakhir yang tidak kalah penting ialah mengurangi tugas untuk para murid. Sehingga waktu untuk meningkatkan kualitas soal akan menjadi lebih banyak.

Bukan tanpa alasan, pengurangan tugas tersebut sangat terkait dengan peningkatan kemampuan peserta didik.

Sehingga kualitas tugas akan lebih baik tanpa harus menguras dan membuang banyak energi. Beri murid dengan tugas yang lebih sedikit, namun kualitasnya lebih baik dan tepat sasaran.

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum, semoga bisa membantu dan menjadi tambahan referensi bagi yang membutuhkan.

Buku Paket

[Buku Paket][recentbylabel2]

Karya Ilmiah

[karyailmiah][recentbylabel2]
Notification
Selamat datang di Cadiak.id jangan lupa untuk mengikuti Sosial Media kami. Untuk Try-Out UTBK dan CPNS Online Gratis silahkan kunjungi Kolompendidikan.id
Done