Berita Pendidikan
News Update
Loading...

Contoh Proposal

[contoh proposal][recentbylabel]

6/13/2021

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Membuat Peta

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Membuat Peta

Cadiakid - Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Peta - Dalam mengenal wilayah tertentu tentu kita pasti memerlukan yang namanya peta. Di dalam peta akan tergambar bagaimana nantinya betuk geografis suatu wilayah yang akan kita diami atau kita tuju. Gambaran geografis ini tentu memiliki manfaat untuk kita dalam menentukan suatu langkah, karena dengan gambaran geografis tersebut akan tergambar penanganan yang tepat di wilayah tersebut. Maka dari itu kita perlu pahami mengenai apa itu peta.

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Membuat Peta

Pengertian Peta Secara Umum

Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi baik sebagian atau seluruhnya, pada bidang datar yang diperkecil dengan skala dan dilihat dari atas dengan tulisan tertentu sebagai tanda. Peta juga memuat berbagai penampakan, baik nyata maupun abstrak. Ketampakan-ketampakan nyata di permukaan bumi contohnya seperti pegunungan, lembah, sawah, hutan, danau, laut, atau jalan. Sedangkan ketampakan abstrak di bumi yaitu lintang bujur, batas wilayah, iklim, cuaca, garis ekuator, dan masih banyak lagi. Perlu diketahui, peta tidak mungkin menggambarkan semua ketampakan yang ada di bumi. Tentu ada proses seleksi, hal yang digabung, disederhanakan, atau mungkin diperbesar untuk ketampakan tertentu yang penting.

Bagaimana arti peta secara bahasa?

Peta berasal dari terjemahan bahasa Inggris 'Map' yang artinya peta. Map sendiri berasal dari kata 'Mappa' yang dalam bahasa Yunani diartikan sebagai kain penutup atau taplak.

Ilmu yang mempelajari peta dinamakan kartografi, sedangkan orang yang ahli dalam bidang perpetaan disebut sebagai kartograf.

Pengertian Peta Menurut Para Ahli

Menurut ICA (International Cartographic Association), peta adalah suatu gambaran yang berskala pada medium yang datar. Memiliki kenampakan nyata dan abstrak yang telah dipilih sebelumnya, dan berada dalam hubungan dengan permukaan bumi atau benda langit yang lain.

Erwin Raisz seorang Kartografer Amerika, menyatakan bahwa peta merupakan gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil sebagai kenampakan jika dilihat dari atas, dengan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.

Selanjutnya, ada pengertian peta menurut Bakosurtanal atau Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, menjadi sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Ada juga pengertian peta menurut Aryono Prihandito, ahli kartografi di Indonesia yang telah menghasilkan banyak sekali peta. Menurutnya, peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, dan digambarkan pada bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peta diartikan sebagai suatu gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan lain sebagainya. Peta juga menjadi representasi melalui gambar suatu daerah yang menyatakan sifat, seperti batas daerah, sifat permukiman, dan denah.

Fungsi Pembuatan Peta

  1. Menunjukan informasi tentang posisi atau lokasi suatu wilayah di muka bumi.
  2. Menggambarkan kondisi fisik dan non fisik suatu daerah misalnya kepadatan, jumlah penduduk, persebaran, dan lain-lain.
  3. Memperlihatkan ukuran, luas daerah, dan jarak di permukaan bumi.
  4. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
  5. Sebagai alat bantu dalam penelitian lapangan, operasi militer, perencanaan wilayah, dan masih banyak lagi.

Tujuan Pembuatan Peta

  1. Menyimpan dan mengkomunikasikan informasi spasial/keruangan.
  2. Membantu suatu pekerjaan misalnya membuat jalan, saluran irigasi, dan navigasi 
  3. Membantu dalam pembuatan suatu desain wilayah misalnya perencanaan komplek pemukiman, jalur hijau, dan kompleks perniagaan.
  4. Membantu analisis data spasial misalnya menghitung volume debit air, dan lain-lain.

Intinya, dapat diambil kesimpulan bahwa peta adalah ketampakan sebagian atau seluruh permukaan bumi yang digambarkan pada bidang datar.

Di dalam peta, ada beberapa komponen penunjang yang dapat memberikan informasi penjelas. Komponennya seperti judul, skala, garis tepi, orientasi, garis astronomis, warna, simbol, legenda, inset, dan lainnya. Peta juga terbagi menjadi beberapa jenis. Peta berdasarkan isinya dibedakan menjadi dua yakni peta umum dan peta khusus. Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tiga, yaitu peta datar, peta timbul, dan peta digital.

Kemudian berdasarkan skala, peta dibedakan menjadi empat yaitu peta kadaster, besar, menengah, dan peta kecil. Berdasarkan sumber datanya, peta dibedakan menjadi dua, yaitu peta induk dan peta turunan. Lalu menurut keadaan objeknya, peta dibedakan menjadi dua yaitu peta dinamik dan peta stasioner. Terakhir, peta berdasarkan statistiknya dibedakan menjadi dua. Kedua peta ini adalah peta statistik distribusi kualitatif dan peta statistik distribusi kuantitatif.

Nah gimana ni gengs sudah faham mengenai peta apa belum ni kira-kira ? ini bisa sebagai pengetahuan baru buat kalian loh.

6/12/2021

Pengertian dan Tugas Dosen Lengkap!

Pengertian dan Tugas Dosen Lengkap!

Cadiakid - Pengertian dan Tugas Dosen Lengkap! - Dosen merupakan salah satu pondasi penting dalam berdirinya suatu negara. Tanpa adanya dosen mungkin suatu negara akan terseok-seok karena dosen memiliki peran penting dalam menciptakan SDM unggul dan bermanfaat yang nantinya akan melahirkan calon-calon penerus bangsa. Dosen tidak hanya memberikan suatu pengajaran saja melainkan juga harus menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah yang bermanfaat untuk berlangsungnya suatu negara. Sebelum lebih lanjut kita perlu pahami terlebih dahulu mengenai dosen secara lebih terperinci dan jelas.

Pengertian dan Tugas Dosen Lengkap!

Pengertian Dosen

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen memiliki tugas mengajar dan membimbing mahasiswa agar yang bersangkutan memiliki kompetensi yang relevan dengan keahliannya dan memiliki tanggung jawab pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang semestinya dilakukan secara terus menerus. 

Tugas Dosen

  • Menciptakan suasana atau iklim proses pembelajaran yang dapat memotivasi 
  • Memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan, dan bidang kemasyarakatan. 
  • Tugas umum dosen sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. 
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
  • Merencanakan dan melaksanakan pengajaran 
  • Melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat 
  • Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran 
  • Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 

Tugas Umum Dosen

  • Tugas pokok seorang dosen adalah mengajar dan mendidik yang meliputi memberi kuliah, praktikum, tutorial, pelatihan, dan evaluasi atau ujian, serta tugas pembelajaran lainnya kepada mahasiswa, sesuai dengan jenjang jabatan akademik dosen yang bersangkutan. Di samping tugas mengajar dan mendidik, tugas lain seorang dosen adalah melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 
  • Menerima dan memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang cara belajar di Perusahaan. 
  • Mengidentifikasi masalah yang dihadapi mahasiswa tentang kesulitan atau kebutuhan dalam menggunakan sarana akademik. 
  • Memberikan pengarahan tentang pentingnya studi kelompok diskusi dan melatih diri untuk berfikir secara analitis serta mengadakan pengawasan. 
  • Memberikan penjelasan tentang administrasi pendidikan (aturan akademik, pengertian sks, strategi belajar, strategi dalam memperbaiki IP dan mempercepat kelulusan, pengisian KRS. 
  • Dosen dilarang untuk memodifikasi nilai atau bernegosiasi nilai dengan mahasiswa. 
  • Dosen dilarang membocorkan soal-soal ujian, baik soal mata kuliah sendiri maupun dosen lainnya atau memberikan kesempatan untuk itu. 
  • Dosen dilarang membantu mahasiswa mengerjakan soal-soal dalam ujian atau memberikan peluang untuk itu. 
  • Dosen dilarang menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari pihak lain yang terkait dengan dan mempengaruhi nilai mahasiswa atau kewajiban dosen terhadap mahasiswa tertentu. 
  • Dosen dilarang memperlakukan mahasiswa di luar kepatutan, seperti mempersulit mahasiswa dalam kegiatan akademik, memperlakukan mahasiswa tidak adil. Menerima pesanan mahasiswa untuk menyusun proposal skripsi atau tugas akhir lainnya, mensyaratkan mahasiswa membeli diktat atau sejenisnya dari dosen, dan hal-hal lain yang kurang pantas. 
  • Dosen wajib menyusun SAP dan GBPP atau RPKPS. 
  • Dosen wajib hadir mengawas ujian UTS dan UAS sesuai dengan yang ditugaskan Dekan. 
  • Dosen berkewajiban memenuhi jadual kuliah, ujian dan memasukkan nilai akhir mahasiswa tepat waktu. 
  • Menjadi mentor (pembimbing). Seorang dosen dalam kaitannya dengan keberlanjutan penyampaian ilmunya, perlu mengembangkan model pembimbingan kepada kolega dan mahasiswa baik secara formal maupun secara informal. Dosen (senior) membimbing kolega dan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi serta moralitas secara seimbang. Disini peran dosen (senior) lebih ditekankan kepada mendidik kolega dan mahasiswa sehingga mereka nantinya bisa berprestasi yang tinggi sebagaimana dirinya. 
  • Menemukan sesuatu yang baru. Tugas dosen yang lainnya adalah meneliti terkhusus dosen senior (lektor kepala & guru besar). Secara logis, seharusnya ada korelasi positif antara jumlah guru besar dengan jumlah penelitian yang bermutu tinggi. Jadi, sangat janggal jika suatu perguruan tinggi mempunyai jumlah guru besar yang banyak namun miskin akan temuan IPTEKS.
  • Menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, yang dapat berupa buku ilmiah, artikel ilmiah, seminar ilmiah atau yang sejenisnya. Prestasi suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh temuan hasil pengembangan dan terlaksananya proses diseminasi IPTEKS. Kampus tanpa publikasi ilmiah adalah seperti bumi yang mati dan gersang. 
  • Menyebarluaskan kebenaran. Hakikat dunia kampus adalah benteng IPTEKS yang objektif. Oleh karena itu, menemukan dan menyebarluaskan kebenaran tersebut untuk kepentingan masyarakat adalah merupakan tugas seorang dosen. Tapi sayangnya di banyak perguruan tinggi, nuansa politik praktis lebih kental daripada suasana akademik. 
  • Menerima laporan yang menyangkut kesulitan-kesulitan dalam mengikuti kegiatan akademik. 
  • Mendorong mahasiswa senang dan gemar berdiskusi, seminar atau penulisan ilmiah. 

Tugas Khusus Dosen

  • Menjadwal kegiatan pertemuan berkala dengan mahasiswa yang dibimbingnya. 
  • Mengadakan pertemuan berkala dengan mahasiswa yang dibimbingnya sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dan disepakati mahasiswa yang dibimbingnya. 
  • Menerima keluhan dan laporan tentang kemajuan belajar mahasiswa, baik saat pertemuan terjadwal maupun di luar acara pertemuan. 
  • Memberi pengarahan kepada mahasiswa yang dibimbingnya tentang berbagai keluhan dan laporan yang disampaikannya tentang masalah-masalah akademik atau masalah masalah yang dapat menganggu proses belajar mahasiswa. 
  • Secara berkala mengadakan pertemuan antar dosen PA, Ketua Program Studi di bawah koordinasi Bidang Kemahasiswaan. 
  • Memberikan laporan tertulis pada setiap akhir semester tentang kemajuan belajar mahasiswa yang dibimbingnya atau hal-hal khusus lainnya tentang mahasiswa yang dibimbingnya kepada Ketua Program Studi yg akan meneruskannya kepada Pembantu Wakil Ketua Bidang Akademik. 
  • Menerima salinan (KHS) mahasiswa yang dibimbingnya pada setiap akhir semester dan meneliti kembali keberhasilan studi mahasiswa melalui KHS tersebut. 
  • Menandatangani KRS, KPRS, kartu pembatalan mata kuliah, surat permohonan cuti akademik, Kartu Kendali, surat permohonan pindah, surat ijin tidak mengikuti perkuliahan atau praktikum karena sebab yang penting di luar sakit atau musibah, permohonan untuk mengikuti kuliah lintas Prodi, kartu rencana studi untuk mengikuti kuliah dalam SP, dan surat permohonan mengikuti ujian susulan diluar sakit atau musibah, serta surat lainnya yang belum diatur dalam aturan ini. 
  • Menerima pemberitahuan dari Prodi atau Wakil Bidang Akademik tentang masalah administrasi akademik penting (seperti pelanggaran akademik, tidak daftar ulang, cuti akademik, pindah dan lain sebagainya) untuk mahasiswa yang dibimbingnya. 
  • Bila dipandang perlu, Dosen Penasehat Akademik dapat berkonsultasi kepada pimpinan Prodi, dan bahkan dapat menghubungi orang tua dari mahasiswa bimbingannya untuk penyelesaian masalah akademiknya. 

Tanggung Jawab Dosen

  • Melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat 
  • Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran 
  • Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni 
  • Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosioekonomi peserta didik dalam pembelajaran 
  • Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika; dan 
  • Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. 

Keahlian yang dibutuhkan seorang dosen

Profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip dan keahlian sebagai berikut: 

  • Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme 
  • Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia 
  • Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas 
  • Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas 
  • Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan

Pada masa sekarang ini banyak dosen yang hanya mengejar angka kumulatif untuk administrasi jabatan fungsional, tidak banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Menjadi dosen seperti ini harus dihindari. Jadilah dosen yang mengikat keilmuannya dengan menulis buku. Dosen yang menulis buku telah mencatat sejarah bagi perkembangan ilmu mpengetahuan.

Dr. Hayat menyampaikan hal itu pada webinar “Penulisan Buku” yang diselenggarakan Aspikom Jabar, Rabu 23 Maret 2021.

Penulis 50 judul buku ini mengatakan, dosen seharusnya bekerja untuk membangun peradaban dan karenanya tidak boleh sekedar menjalankan tugas administratifnya. “Menulis buku itu bekerja untuk peradaban dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” demikian menurut Hayat, yang juga menjabat sebagai Direktur Unisma Press. Webinar yang diikuti sekira 700 peserta dengan menggunakan juga kanal Youtube ini, dibuka oleh Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jawa Barat, Dr. Ani Yuningsih. Ani mengatakan, buku merupakan karya warisan ilmu untuk generasi penerus yang tidak lekang oleh waktu. Buku juga merupakan tonggak pengembangan ilmu yang bermanfaat sebagai rujukan berbagai kepentingan. Contohnya, kata Ani, Ilmu Komunikasi. Kalau tidak ada para penulis yang mencatatkan pengembangan Ilmu Komunikasi, maka tidak akan ada pengembangan Ilmu Komunikasi yang terus dipelajari sampai sekarang.

Oleh karena itu, kata dia, Aspikom sangat berkepentingan untuk memberikan pembinaan dan pendampingan penulisan buku kepada anggotanya agar lahir karya-karya buku terbaru sebagai tonggak pengembangan ilmu. Webinar Penulisan Buku diselenggarakan oleh Departemen Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Aspikom Jabar, diselenggarakan secara daring melalui fasilitas webinar Pikiran Rakyat Media, dengan peserta dari seluruh Indonesia. Ketua Panitia Acara, Dr. Rismawaty, mengatakan, webinar ini merupakan kegiatan perdana dari divisinya sejak dilantik. Rismawaty mengutip kalimat Pramoedya Ananta Toer, “Siapa yang tidak menulis, akan menghilang dari sejarah.” Selain itu, webinar ini dimaksudkan untuk mendorong dosen ilmu komunikasi untuk terus memperbaiki kemampuan dalam menulis buku yang bermutu.

Target webinar ini adalah para peserta yang telah terdaftar dalam pelatihan pembuatan buku, berhasil membuahkan karya berupa monograf, buku ajar maupun buku referensi dalam 6 bulan ke depan dan sudah ada penerbit yang siap membantu. Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang No.14 tahun 2009 tentang guru dan dosen pasal 45 mengenai tugas dan kewajiban dosen, yakni melaksanakan pendidikan dan pengajaran, melaksanakan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Diharapkan untuk kedepan dosen-dosen bisa melaksanakan tugas serta wewenang sebagaimana mestinya, tidak hanya untuk memenuhi persyaratan administrasi dll semata. Karena untuk menciptakan SDM yang unggul serta bermanfaat peran dosen sangat berpengaruh dalam hal tersebut.

6/11/2021

Sejarah dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Sejarah dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Cadiakid - Sejarah dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan - Pendidikan Kewarganegaraan  merupakan salah satu ilmu pengetahuan wajib yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini mulai dari bangku sekolah hinggake jenjang universitas. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan diharapkan civics inteliegence dapat tumbuh di setiap orang. Tidak hanya menguatkan moral untuk berbangsa dan bernegara. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah mampu meningkatkan kecerdasan dalam kewarganegaraan secara intelektual, sosial, dan emosional serta kecerdasan kewargaan secara spiritual.

Sejarah dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Di Indonesia, istilah Pendidikan Kewarganegaraan diresmikan pada tahun 1968. Asal mula istilahnya berasal dari bahasa Inggris, Civic Education. Awal ditemukan di Amerika Serikat tahun 1970, tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk lebih mengenal bangsa sendiri.

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

1. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.

2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi.

3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.

4. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Permendiknas No. 22 Tahun 2006).

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli

Menurut Branson

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk partisipasi yang bermutu serta bertanggung jawab di dalam kehidupan berpolitik dan bermasyarakat baik di tingkat lokal, negara bagian, maupun nasional.

Menurut Djahiri

1. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah membina moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama,

2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berperilaku yang memiliki sifat kemanusiaan yang adil dan beradab,

3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berperilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah mufakat, serta

4. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah berperilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Maftuh dan Sapriya

Maftuh dan Sapriya (2005:30) berpendapat bahwa, tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah supaya setiap warga negara menjadi seorang warga negara yang baik (to be good citizens).

Dapat diartikan sebagai seorang warga negara yang mempunyai civics inteliegence yakni kecerdasan dalam kewarganegaraan secara intelektual, sosial dan emosional serta kecerdasan kewargaan secara spiritual.

Tentunya mempunyai civics responsibility; yakni rasa bangga serta bertanggung jawab dalam bernegara serta  mampu ikutserta di dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Somantri

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah demi mendidik warga negara supaya menjadi seorang warga negara yang baik. Yang dapat Terlukis dengan “warga negara yang patriotik, toleran, setia terhadap bangsa dan negara, beragama, demokratis, dan Pancasila sejati.”

Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan

Berkembangnya Pendidikan Kewarganegaraan pertama kali adalah di Amerika Serikat tahun 1790. Indonesia mengenal Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1957.

Awal mulanya adalah civic education yang diterjemahkan menjadi kewarganegaraan tahun 1962. Resmi disebut sebagai Pendidikan Kewarganegaraan pada tahun 1968.

Menurut Azra dan Tim ICCE (Indonesian Center for Civic Education) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pendidikan Kewarganegaraan adalah pengembang Civic Education pertama di tingkat perguruan tinggi.

Bila ditelaah secara harfiahnya, Pendidikan Kewarganegaraan berasal dari istilah berbahasa Inggris Civic Education. Artinya adalah Pendidikan Kewargaan dan Pendidikan Kewarganegaraan.

6/10/2021

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli

Cadiakid - Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli -  Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu ilmu pengetahuan wajib yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini mulai dari bangku sekolah hinggake jenjang universitas. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan diharapkan civics inteliegence dapat tumbuh di setiap orang. Tidak hanya menguatkan moral untuk berbangsa dan bernegara. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah mampu meningkatkan kecerdasan dalam kewarganegaraan secara intelektual, sosial, dan emosional serta kecerdasan kewargaan secara spiritual.
Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli

PENGERTIAN Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli

Merphin Panjaitan

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebuah pendidikan demokrasi, yang memiliki sebuah tujuan dalam mendidik generasi penerus supaya jadi warga negara yang memiliki jiwa yang demokratis serta partisipatif melalui pendidikan yang berbasis dialogial.

Azyumardi Azra

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah mempelajari dan juga mengkaji serta membahas segala sesuatu mengenai pemerintahan, lembaga-lembaga demokrasi, konstitusi, rule of law, hak dan kewajiban warga negara serta demokrasi. Secara substantif, pendidikan kewarganegaraan memiliki tujuan guna membangun karakter bangsa dalam perkembangan di era globalisasi.

Azis Wahab

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebuah sarana untuk meng-Indonesiakan para warga negara khususnya melalui siswa di sekolah dengan sadar, cerdas, serta penuh tanggung jawab.

Cholishin

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebuah program yang berisi beberapa konsep secara umum mengenai ketatanegaraan, politik serta hukum negara, maupun teori umum lainnya berkenaan dengan kewarganegaraan.

Soedijarto

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan politik yang bertujuan demi  membantu peserta didik agar mejadi seorang warga negara yang memiliki pengetahuan politik secara dewasa serta mampu berpartisipasi dalam membangun sistem politik yang demokratis.

Henry Rendall Waite

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan manusia di dalam berbagai perkumpulan yang terorganisasi baik dalam organisasi sosial, ekonomi, politik serta hubungan negara dengan warga negara.

Kerr

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah melingkupi tahapan penyiapan generasi penerus bangsa yang memiliki peran serta tanggung jawab sebagai seorang warga negara. Dalam arti khusus, pendidikan kewargganegaraan merupakan segala materi yang ada dalam persekolahan, pengajaran dan belajar, sebagai bagian dari proses mempersiapkan warga negara.

Demikian, ulasan Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Ahli.  Diharapkan dengan telah mengerti bagaimana seluk beluk pendidikan kewarganegaraan kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari - hari.

 

6/09/2021

LENGKAP! TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN DI INDONESIA

LENGKAP! TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN DI INDONESIA

Cadiakid - LENGKAP! TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN DI INDONESIA -  Pendidikan merupakan upaya untuk membantu jiwa anak-anak didik baik lahir maupun batin, dari sifat kodratinya menuju kearah peradaban manusiawi dan lebih baik. Sebagai contoh dapat dikemukakan ; anjuran atau arahan untuk anak duduk lebih baik, tidak berteriak-teriak agar tidak mengganggu orang lain, bersih badan, rapi pakaian, hormat pada orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda, saling peduli dan lain sebagainya merupakan salah satu contoh proses pendidikan.

LENGKAP! TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN DI INDONESIA

Pendidikan sangat penting bagi generasi selanjutnya. Ilmu pengetahuan harus selalu dicari dimanapun berada. Karena dengan pendidikan, semuanya akan berjalan menuju ke suatu hal yang lebih baik. Dengan ilmu pengetahuan, kita mengerti segala macam yang kita hadapi. Namun sesungguhnya pendidikan tidak hanya melulu masalah ilmu pengetahuan secara teori saja, akan tetapi nilai pendidikan lebih dari itu. Sebetulnya proses dari pendidikan perlu juga ditekankan pada latihan, memahami, sampai mendewasakan dalam diri seseorang. Jika perilakunya baik, maka itu artinya dia mendapatkan pendidikan yang baik dan berhasil menerapkannya di kehidupan nyatanya. Sebaliknya, jika perilakunya buruk, itu artinya dia tidak mendapatkan pendidikan yang baik dan jika dia mendapatkan pengetahuan dirinya tidak mau mengamalkan utk hal yang baik.

Tujuan Pendidikan

Pendidikan juga memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing. Pemahaman tentang pengertian pendidikan dan tujuannya yang paling utama, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, memiliki budi pekerti luhur, dan menjadi pribadi yang demokratis serta bertanggung jawab.

Fungsi Pendidikan

Selain itu, pendidikan juga memiliki fungsi. Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat dari kebodohan dan ketertinggalan serta fungsi pendidikan Indonesia menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari fungsi yang diurakan tersebut menunjukan bahwa pendidikan nasional Indonesi lebih mengedepankan akan pembangunan sikap, karakater, dan transpormasi nilai-nilai filosopis negara Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme serta mampu bersaing di kancah internasional.

Setelah melihat beberapa tujuan dan fungsi dari pendidikan tersebut, maka dapat dipahami bahwa pendidikan Indonesia lebih cenderung mengutamakan pembangunan sikap sosial dan religius dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan Pancasila sila kesatu yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, didakan sila tersebut menujukan bahwa Indonesia sangat mengedepakan sikap spiritual dan pengakuan terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga tidaklah diragukan bahwa negara Indonesia dapat dikatakan negara yang paling religius setelah negara Pakistan.

LENGKAP! TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN DI INDONESIA - Pendidikan tidak hanya diajarkan di sekolahan, kampus maupun kelas saja. Sebenarnya sekolahan, kampus maupun kelas hanya mengajarkan pendidikan atau pengetahuan sebatas teori dan pelajaran. Sedangkan pendidikan juga dapat diperoleh di luar sekolah, luar kampus dan luar kelas. Kita mempelajari lingkungan di sekitar kita juga merupakan sebuah pendidikan. Kita berinteraksi dengan orang lain juga termasuk penerapan pendidikan yang kita dapatkan di dalam kelas. Bahkan sikap baik kita kepada makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan, juga merupakan penerapan ilmu pengetahuan yang kita dapatkan.

6/08/2021

Contoh Karya Ilmiah kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat

Contoh Karya Ilmiah kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat

Contoh Karya Ilmiah kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat

Cadiakid - Contoh Karya Ilmiah kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya pertaniannya, dengan sumber daya pertanian yang besa tentu akan membantu kesejahteraan negara baik itu pemerintahannya maupun warga negaranya menjadi meningkat. Maka dari itu untuk meningkatkan lebih lagi sumber daya pertanian di Indonesia perlu adanya penelitian di bidang pertania. Berikut salah satu contoh karya ilmiah pada bidang pertanian.

LAPORAN PENELITIAN TENTANG KEGIATAN PERTANIAN DALAM MASYARAKAT

LAPORAN PENELITIAN

KEGIATAN PERTANIAN DALAM MASYARAKAT

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia

DI SUSUN OLEH :

NAMA                 : HARIS KURNIAWAN

NIM        : 1204010023

SEMESTER           : VI

PROGRAM STUDI AGROTEK

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PURWOKERTO

TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjat puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi Rahmat dan ridha-Nya, sehingga penyusun laporan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa hambatan apa apun. Dalam penyusun makalah ini, penyusun telah mendapatkan bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penyusun menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada segenap pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan laporan ini sampai berakhir seperti sekarang ini.

Laporan ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas semester genap pada mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia, demi tercapainya standar kelulusan bagi mata kuliah ini.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dan dosen pembimbing sangat diharapkan demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pelajaran dan pendidikan, khususnya bagi penyusun dan juga pembaca.

PURWOKERTO,   Mei 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………..           i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………..           ii

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………………………………           iv

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Penelitian…………………………………………………………………………………………………. 2
  3. Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………………………………….. 2
  4. Lingkup Kegiatan……………………………………………………………………………………………………… 3
  5. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Penelitian………………………………………………………….. 3
  6. Hasil Yang Diharapkan………………………………………………………………………………………………. 3

BAB II KAJIAN TEORI

  1. Cakupan Pertanian………………………………………………………………………………………………….. 4
  2. Irigasi…………………………………………………………………………………………………………………….. 5
  3. Serangan Hama……………………………………………………………………………………………………….. 6

BAB III METODE PENELITIAN

  1. Nama Kegiatan………………………………………………………………………………………………………… 8
  2. Waktu Kegiatan………………………………………………………………………………………………………. 8
  3. Pencapaian Penelitian ……………………………………………………………………………………………… 8
  4. Sasaran Penelitian …………………………………………………………………………………………………… 8
  5. Lokasi Kegiatan……………………………………………………………………………………………………….. 8
  6. Sample …………………………………………………………………………………………………………………. 8

BAB IV PEMBAHASAN

  1. Bentuk Pengolahan Lahan Yang Dilakukan…………………………………………………………………….. 9
  2. Modal awal Yang Diperlukan Pada Saat Awal Musim Tanam……………………………………………… 11
  3. Jenis-Jenis Tanaman Yang Ditanam……………………………………………………………………………… 13
  4. Keuntungan Yang Diperoleh Tiap Musim Panen…………………………………………………………….. 13
  5. Usaha Sampingan Yang Digeluti Selain Sebagai Petani……………………………………………………… 14
  6. Kiat-Kiat Yang Dilakukan Guna Mendapatkan Produk Pertanian Yang Baik………………………….. 15
  7. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Kegiatan Pertanian………………………………………………. 17

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………….. 19
  2. Rekomendasi………………………………………………………………………………………………………….. 19

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………           21

DAFTAR TABEL

  1. Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Padi……………………………………………… 11
  2. Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Kacang Hijau………………………………….. 12
  3. Tabel Hasil Pertanian dan Pendapatannya…………………………………………………………………….. 13

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Profesi petani merupakan profesi yang paling banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaan. Profesi petani juga merupakan profesi yang digeluti secara mudah meski tanpa mengenyam bangku sekolah mengingat profesi ini bias dibilang sangat sederhana dan rata-rata bisa dilakukan oleh semua orang di pedesaan, baik itu laki-laki maupun perempuan. Adapun jenis tanamannya yang beraneka ragam dan cara pengelolaan serta penggunan pupuk dan pestisida yang berbeda pula. Di masa dulu dimana sektor perekonomian nasional masih bertumpu pada sektor pertanian yang menjadi andalan dalam memperoleh pendapatan nasional bangsa Indonesia selalu mampu mencukupi kebutuhan akan pangan dalam negeri tanpa harus mengimpor dari negara lain. Akan tetapi saat ini jika dilihat dari situasi perekonomian Indonesia yang cenderung mempercepat industrialisasi berdampak pula pada sektor pertanian, akibatnya sektor pertanian yang dulunya menjadi andalan Negara seolah-olah menjadi terbengkalai.

Melihat situasi yang demikian tentunya akan berdampak pula pada ekonomi petani itu sendiri. Terabaikannya sektor pertanian yang terbukti dengan makin gencarnya bangsa Indonesia melakukan impor beras dan bahan pangan lainnya dari Negara tetangga seperti dari Thailand, Vietnam, Myanmar dan India yang berakibat pada menurunnya harga produk pertanian dari petani domestik. Melihat kondisi yang demikian memprihatinkan mengingat bahwa Negara Indonesia merupakan Negara agraris dengan lahan pertanian yang sangat luas yang seharusnya tidak perlu melakukan impor beras dan seharusnya bisa mensejahterakan masyarakatnya khususnya masyarakat petani. Kondisi ini makin diperparah dengan makin mahalnya harga pupuk dan pestisida.

Mengatasi situasi yang demikian pelik bagi petani, seharusnya pemerintah sadar akan kewajibannya untuk mensejahterahkan masyarakat sebagimana yang diamanatkan dalam pancasila dan UUD 1945. Selain itu strategi dan kreatifitas dari petani mutlak diperlukan guna menghadapi persaingan dalam era global ini dimana pintu persaingan makin terbuka lebar termasuk persaingan dalam hal penyediaan pangan dengan Negara lain. Jika kualitas dan kuantitas produk pertanian kita kurang maka janganlah heran apabila kita kaah bersaing dengan Negara lain.

  1. Rumusan Masalah penelitian

Berdasarkan pemaparan di atas dan observasi yang kami lakukan di lapangan dengan mewawancarai salah seorang petani di pedesaan maka rumusan laporan penelitian ini antara lain :

  1. Bagaimanakah bentuk pengolahan lahan yang dilakukan ?
  2. Berapakah modal awal yang diperlukan pada saat awal musim tanam ?
  3. Apakah jenis-jenis tanaman yang ditanam ?
  4. Berapakah keuntungan yang diperoleh tiap musim panen ?
  5. Apakah usaha sampingan yang digeluti selain sebagai petani ?
  6. Apakah kiat-kiat yang dilakukan guna mendapatkan produk pertanian yang bagus, baik secara kualitas maupun kuantitas ?
  7. Apakah kendala-kendala yang dihadapi dalam kegiatan pertanian ?
  1. Tujuan Penelitian
  2. Bagi Mahasiswa

Laporan ini kami susun untuk memberikan gambarn agar mahasiswa tahu akan kegiatan pertanian dalam masyarakat baik itu dari segi pengeloaan, jenis tanaman yang ditanam, modal awal yang diperlukan dan hasil yang didapat saat musim panen.

  1. Bagi Masyarakat

untuk memberikan gambaran dan masukan kepada masyarakat agar mereka tahu tentang perbandingan penghasilannya dan memberikan motivasi agar bisa bertani dengan baik sehingga dapat menghasilkan produk pertanian dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

  1. Lingkup Kegiatan
  2. Penyusunan Krangka Pertanyaan Sistimatis
  3. Observasi
  4. Wawancara
  5. Kesimpulan
  1. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Penelitian

Dalam penelitian yang saya lakukan tidak ada hambatan yang berarti mengingat waktu penelitian yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah yang cukup luas dan jawaban dari responden yang saya rasa sangat jujur dan apa adanya.

  1. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah Penelitian ini dapat memberikan informasi yang factual dan kongkrit, sehingga masyarakat khususnya para mahasiwa dan petani dapat menyadari kekurangan-kekurangan yang timbul dalam kegiatan pertanian dan mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut.

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. Cakupan Pertanian

Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatbudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.

Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar (hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah). Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif (intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industrial selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan.

Sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungannya adalah pertanian berkelanjutan(sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial.

Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub “ideologi” pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.

Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian

  1. Irigasi
  2. Pengertian Irigasi

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.

  1. Jenis Irigasi
  2. Irigasi Permukaan

Irigasi Permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gravitasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu.

  1. Irigasi Lokal

Sistem ini air distribusikan dengan cara pipanisasi. Di sini juga berlaku gravitasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal.

  1. Irigasi dengan Penyemprotan

Penyemprotan biasanya dipakai penyemprot air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.

  1. Irigasi Tradisional dengan Ember

Di sini diperlukan tenaga kerja secara perorangan yang banyak sekali. Di samping itu juga pemborosan tenaga kerja yang harus menenteng ember.

  1. Irigasi Pompa Air

Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah.

  1. Irigasi Tanah Kering dengan Terasisasi

Di Afrika yang kering dipakai sustem ini, terasisasi dipakai untuk distribusi air.

  1. Serangan Hama

Serangan hama pada tanaman adalah masalah yang selalu dihadapi. Serangannya bahkan bisa mencapai 90% dari keseluruhan tanaman yang berada pada suatu lahan. Karena itu, pengetahuan tentang hama dan penyakit ini sangat penting artinya bagi orang-orang yang berkecimpung dibidang ini.

Serangan hama terhadap tanaman terutama disebabkan oleh hewan dari filum Arthopoda. Di antaranya golongan serangga. Jenis ini merupakan musuh utama terbesar pada tanaman buah-buahan. Hampir 75% dari jumlah binatang yang hidup berasal dari golongan ini. Dari jumlah tersebut sebagian merupakan hama pada banyak tanaman buah-buahan di Indonesia. Selain serangga, hama lainnya yang juga sangat mengganggu adalah dad filum Chordata, seperti kera, babi hutan, tikus, burung, dan kalong; Annelids, seperti nematoda, dan filum Molluscs, yakni keluarga siput.

Penyakit pada tanaman, biasanya disebabkan oleh gangguan jasad hidup yang bersifat parasit, seperti cendawan, bakteri, dan virus, atau karena gangguan fisiologis. Bila terjangkit penyakit, maka terjadi perubahan pada seluruh atau sebagian organ tanaman. Dan hal ini akan mengganggu kegiatan fisiologis sehari-hari.

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Nama Kegiatan :   Penelitian Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia

dengan tema “Kegiatan Pertanian Dalam Masyarakat”.

  1. Waktu Kegiatan : Hari Sabtu, 12 Mei 2012 Pukul 10:00 – 14:00 WITA
  2. Pencapaian Penelitian : Mencari informasi yang kurat dan sebenarnya mengenai kegiatan pertanian dalam masyarakat.
  3. Sasaran Penelitian : Masyarakat.
  4. Lokasi Kegiatan : Rumah Pak Hasanuddin di RT 01 RW 06 Desa Jurumapin Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa.
  5. Sample :   Pak Hasanuddin

BAB IV

HASIL PENELITIAN

  1. Bentuk Pengolahan Lahan Yang Dilakukan
  2. Padi

Sawah Pak Hasanuddin terletak di sua tempat. Luas lahan sawahnya adalah 8.388 dan 1.015 . Sebelum melakukan pembajakan sawah terlebih dahulu yang dilakukan adalah membasmi tanaman penggangu atau rumput-rumput pengganggu seperti gulma dengan menngunakan herbisida agar tidak mengganggu saat proses pembajakan dan menggangu tanaman padi nantinya. Setelah itu barulah sawah di isi dengan air yang dilakukan oleh orang yang mengatur atau membagi air yang disebut Malar. Setelah air sudah di isi dan merata maka tanah siap untuk diolah atau dibajak. Sistem Pengolahan lahan yang dilakukan di desa jurumapin khususnya di sawah pak Hasanuddin sudah menggunakan sistem pengolahan secara modern dimana pengolahan tanah pertanian saat hendak ditanami padi sudah menggunakan traktor agar pengolahannya lebih maksimal dan menghemat waktu. Apabila tanahnya sudah selesai dibajak maka langkah selanjutnya adalah menanami bibit-bibit padi pada sawah yang sudah dibajak setelah bibitnya diangkut dari persemaiannya.

Pengangkutan bibit biasanya dilakukan oleh dua orang dan orang ini bisa saja berasal dari keluarga sendiri, akan tetapi apabila keluarganya sibuk dengan urusan masing-masing maka pak hasanuddin biasanya menyewa orang lain untuk mengangkut bibit dari persemaiannya ke sawah yang sudah dibajak. Begitu juga dengan orang yang menanami bibit padi adalah orang lain yang disewa. Biasanya pak hasanuddin menyewa orang sebanyak 9 atau 11 orang agar mempercepat proses penanaman. Dalam hal ini pak Hasanuddin hanya memantau saja pekerjaan dari buruh tani yang mengangkut bibit padi dan yang menanami bibit-bibit tersebut, akan tetapi kadang kala jika terjadi kekurangan air maka pak Hasanuddin turun tangan dalam mengatur intensitas air dalam sawah agar mempermudah proses penanaman.

Tidak sampai di situ, selang beberapa bulan setelah padi ditanam padi harus di pantau dengan bak agar dapat mengetahui proses perkembangannnya, mulai dari pemupukan, penyemprotan pestisida, pencabutan rumput dan eceng gondok serta pengaturan intensitas kadar air dalam sawah. Apabila semua kegiatan itu dilakukan dengan baik maka hasil panen pasti akan baik pula, musim panen tiba apabila padi sudah berisi dan menguning serta bulir padinya mengarah ke bawah. Dalam panen ini pak Hasanuddin tidak menyewa buruh tani untuk memanen padinya melainkan dilakukan oleh pak Hasanuddin sekeluarga. Ini dimaksudkan agar mengurangi jumlah pengeluarannya dan menghemat biaya apabila panen dilakukan sendiri. Apabila panen dilakukan oleh buruh tani laen ongkos yang biasa diberikan berupa gabah dengan pembagian yang sudah disepakati sebelumnya antara pemilik sawah dengan buruh tani tersebut.

  1. Kacang Hijau

Luas lahan untuk penanaman kacang hijau yang berupa ladang adalah 1.730 . Sebelum melakukan penanaman kacang hijau terlebih dahulu ladangnya dibersihkan dari rumput liar dan semak belukar yang disebut “BRANTAS” dengan menyewa orang sebanyak 4 orang. Selain itu biasanya untuk membunuh gulma yang membandel Pak Hasanuddin menggunakan herbisida. Penanaman berlangsung jika musim hujan dating agar air untuk pertumbuhan kecambah dapat berlangsung dengan baik.

Setelah penanaman selesai dan kecambah tumbuh dengan baik maka langkah selanjutnya adalah memupuk tanaman kacang hijau apabila perlu dengan pupuk cair handifloor dan ditambah pula dengan pertisida lainnya untuk merangsang pembentukan buah, daun dan batang agar lebih produktif. Musim panen tiba apabila batang dan daun kacang hijau terlihat menua disertai dengan buah yang sudah berisi keras. Memanen kacang hijau dalam bahasa sumbawanya disebut “NGEMAR”. Saat ngemar Pak Hasanuddin menggunakan buruh tani sebanyak 6 orang agar ngemar yang dilakuakan menghemat waktu dan tenaga. Setelah ngemar selesai langkah selanjutnya yaitu mengeringkan dengan cara dijemur agar saat proses perontokan biji yang disebut “NINTING” biji kacang hijaumudah dirontokkan oleh mesin. Ini artinya proses perontokkan biji sudah dilakukan secara modern.

Setelah perontokkan selesai dan sudah dimasukkan ke dalam karung, langkah terakhir adalah memasarkan hasil panen tersebut kepada pengusaha yang membelinya. Namun tidak semua hasil dijual karena sebagian lagi dijadikan bibit untuk melakukan penanaman pada musim berikutnya. Hasil dari panen kacang hijau merupakan salah satu penghasilan terbesar bagi Pak Hasanuddin.

  1. Modal Awal Yang Diperlukan Pada Saat Awal Musim Tanam

Sebelum melakukan penanaman terlebih dulu pak Hasanuddin menyiapkan sejumlah modal agar dalam proses pengolahan sawah sampai penanaannya dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Adapun jumlah dana yang diperlukan dapat dipaparkan pada tabel berikut :

  1. Padi

Nomor tabel : 01

Nama tabel   : Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Padi

JENIS PENGELUARANJUMLAH SATUANHARGA SATUANTOTAL
PupukPupuk UreaPupuk NPK 3 karung1 karung Rp. 90.000Rp. 120.000 Rp. 270.000Rp. 120.000
Rp. 390.000
PestisidaCisrangSeven2006TrendyLindomenRompas 1 botol2 bungkus3 bungkus3 bungkus1 botol1 botol Rp. 20.000Rp. 12.000Rp. 6.000Rp. 7.000Rp. 25.000Rp. 20.000 Rp. 20.000Rp. 24.000Rp. 18.000Rp. 21.000Rp. 25.000Rp. 20.000
Rp. 128.000
Sewa BuruhSewa TanamSewa Angkut BibitSewa TraktorSewa Cabut Rumput 20 Orang2 Orang–20 Orang Rp. 30.000Rp. 25.000Rp. 300.000Rp. 30.000 Rp. 200.000Rp. 50.000Rp. 300.000Rp. 200.000
Rp. 750.000
BibitRp. 85.000Rp. 85.000
Rp. 85.000
Lan-lain (Ongkos Malar)Rp. 100.000Rp. 100.000
Rp. 100.000
JUMLAH KESELURUHANRp. 1.453.000

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa untuk menanam sampai memanen padi dibutuhkan dana sebesar Rp. 1.453.000 selama satu kali musim tanam.

  1. Kacang Hijau

Nomor tabel : 02

Nama tabel   : Pengeluaran Untuk Penanaman Sampai Proses Panen Kacang Hijau

JENIS PENGELUARANJUMLAH SATUANHARGA SATUANTOTAL
Pupuk Cair Handifloor2 BotolRp. 10.000Rp. 20.000
Rp. 20.000
PestisidaSidafosLindomenHerbisida CekSeven 4 Liter2 Botol2 Botol2 Bungkus Rp. 45.000Rp. 25.000Rp. 15.000Rp. 12.000 Rp. 180.000Rp. 50.000Rp. 30.000Rp. 24.000
Rp. 284.000
SewaSewa BrantasSewa NgemarSewa MesinSewa Ninting 4 Orang6 Orang–6 Orang Rp. 30.000Rp. 25.000Rp. 160.000Rp. 25.000 Rp. 120.000Rp. 150.000Rp. 160.000Rp. 150.000
Rp. 580.000
JUMLAH KESELURUHANRp. 884.000

Jadi jumlah keseluruhan untuk menanam sampai memanen kacang hijau membutuhkan dana kurang lebih sejumlah Rp. 884.000 selama satu kali musim tanam.

  1. Jenis-Jenis Tanaman Yang Ditanam

Dalam satu musim tanam pak hasanuddin hanya menanam padi di sawahnya karena dinilai lebih baik dibandingkan jika menanam tanaman yang lain seperti kacang kedelai yang keuntungannya sangat sedikit. Adapun tanaman kacang hijau biasanya di tanam di ladang namun tidak dilakukan setiap tahun. Selain itu beliau juga terkadang menanam jagung, akan tetapi itu juga tergantung musim dan ditanam di musim tertentu dan tidak dilakukan setiap tahun, lain halnya dengan padi yang penanamannya dilakukan setiap tahun.

  1. Keuntungan / Pendapatan Yang Diperoleh Tiap Musim Panen

Saat musim panen merupakan musim yang sangat membahagiakan bagi petani apabila hasil dari panen sawah ataupun ladangnya sangat baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas yang baik akan membuat harga jual dari komoditas pertanian akan baik pula. Dari segi kuantitas, jika kuantitas atau jumlah dari komoditas pertanian banyak maka jumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penjualan produk pertanian akan meningkat pula.

Berikut tabel yang memaparkan hasil pertanian tisp musimnya.

Nomor Tabel : 03

Nama Tabel   : Tabel Hasil Pertanian dan Pendapatannya

SUMBER PENDAPATANJUMLAH HASIL (KUANTITAS)JUMLAH PENDAPATAN YANG BISA DIPEROLEH
Padi25 KarungRp. 4.640.000
Kacang hijau6 KarungRp. 4.200.000
DurianRp. 3.000.000
JUMLAHRp. 11.840.000

Berdasarkan tabel diatas jumlah pendapatan yang diperoleh selama satu tahun adalah sebesar lebih kurang Rp. 11.840.000. pendapatan itupun belum ditambah dengan pendapatan dari usaha sampingan lainnya sebagai buruh tani, dari hasil menangkap ikan dan lain-lain. Jumlah pendapatan itu bagi Pak Hasanuddin dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

  1. Usaha Sampingan Yang Digeluti 

Selain sebagai petani yang menanam padi Pak Hasanuddin juga mempunyai kebun durian. Dalam kebun tersebut terdapat sekitar lima pohon yang sudah berusia puluhan bahan ratusan tahun. Sebagaimana diketahui bahwa muim durian dikebunnya berlangsung selama dua kali dalam satu tahun yaitu pada saat musim kemarau dan musi hujan yang rentang waktu musimnya berlangsung selama 3 bulan. Berbuahnya durian ini adalah sebuah berkah tersendiri karena menambah penghasilan bagi pak hasanudin. Beliau mengatakan bahwa dengan berlangsungnya musim durian tersebut beliau dapat meraup penghasilan lebih kurang sebanyak Rp. 1.500.000 tiap musim. Mengingat musim durian berlangsung sebanyak dua kali dalam setahun total pendapatan beliau lebih kurang menjadi Rp. 3.000.000 dalam setahun melalui durian ini. Pengorbanan dalam mengambil durian ini langsung dari pohonnya terhitung sangat berat sekali mengingat untuk mengambilnya harus mendaki gunung yang cukup tinggi karena durian tumbuh di dataran yang cukup tinggi. Setelah buahnya terkumpul proses pengangkutan ini yang paling berat karena masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan dipikul karena akses jalan menuju kebun durian ini hanya bias dilakukan dengann jalan kaki saja. Jadi untuk memperoleh penghasilan dari buah durian ini tentunya wajib memerlukan pengorbanan dan tenaga ekstra besar.

Selain mengandalkan durian sebagai usaha sampingan beliau juga menggeluti usaha lainnya seperti mencari ikan dilaut pada malam hari dengan menggunakan lampu, parang dan tombak yang dalam bahasa Sumbawa dikenal dengan “NYULU”. Melalui kegiatan nyulu ini Pak Hasanuddin setidaknya mengurangi pengeluaran untuk membeli ikan untuk lauk pauk keluarga, bahkan dengan nyulu pak hasanuddin dapat menambah pendapatan dengan menjual ikan hasil tangkapannya jika mendapat ikan yang cukup banyak setidaknya untuk menambah uang untuk jajan anaknya dan mencukupi kebutuhan keluarga. selain mengandalkan durian dan nyulu beliau juga melakukan pekerjaan tidak tetap seperti buruh tani, mencari emas di pertambangan rakyat dan lain-lainnya.

Dengan melakukan usaha sampingan tersebut Pak Hasanuddin berharap agar kebutuhan keluarganya dapat tercukupi dengan baik. Selain itu adanya usaha sampingan yang dilakukan diharapkan agar dapat menopang usaha utamanya sebagai petani penggarap jika terjadi kekurangan penghasilan pada usaha utamanya tersebut.

  1. Kiat-Kiat Yang Dilakukan Guna Mendapatkan Produk Pertanian Yang Baik.

Berdasarkan wawancara yang saya lakukan terhadap pak hasanuddin ada beberapa hal yang dilakukan guna mendapatkan produk pertanian yang baik secara kualitas maupun kuantitas, bahwa tanaman itu harus diperhatikan layaknya anak sendiri banyak hal-hal yang harus diperhatikan guna perkembangan tanaman dapat berlangsung dengan baik. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar hal tersebut bisa terwujud :

  1. Kadar Air

Kadar air harus benar-benar diperhatikan agar tanaman pertanian tumbuh dengan baik. Baik padi maupun kacang hijau dalam proses pertumbuhan kadar air mutlak diperlukan. Untuk itu sebagai seorang petani harus pandai-pandai dalam menentukan kadar air jika kurang ataupun berlebihan akan berdampak buruk bagi tanaman pertanian.

  1. Pestisida

Sama halnya dengan air pertisida sangat membantu dalam proses perkembangan tanaman baik dari pertumbuhan batang, akar dan daun sampai proses pembuahan sangat dibantu oleh perstisida, baik itu insektisida, herbisida dan lainnya. Takaran atau dosis yang tepat dan jenis pestisida yang benar akan menghasilkan produk pertanian yang baik. Jangan sampai pestisida yang diberikan jenisnya tidak tepat atau dengan dosis yang berlebihan karena akan berdampak buruk bagi tanaman peranian. Dengan penggunaan pestisida yang tepat hama yang merusak tanaman dapat dibasmi.

  1. Pupuk

Sama halnya dengan pestisida yang merupakan bahan kimia, penggunaan pupuk yang tepat dan dosis yang pas pula akan memngasilkan produk pertanian yang baik. Dalam penggunaan pupuk jangan terlalu menggunakan pupuk kimia buatan pabrik karena pemakaian yang terlalu sering akan membuat unsure hara tanah yang merupakan penyubur tanaman mati. Untuk menjaga kesuburan tanah agar tidak hilang Pak Hasanuddin selalu menggunakan pupuk kandang dari kotoran hewan dan pupuk tanah. Selain itu waktu pemupukan harus tepat sesuai dengan kadar air dan usia tanaman pertanian.

  1. Waktu Penanaman

Untuk mendapatkan hasil yang baik harus memperhatikan waktu penanaman yang tepat. Penanaman yang tepat sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar selama musim hujan tersebut tanaman mendapatkan cukup air bagi pertumbuhannya. Jangan sampai penanaman dilakukan pada pertengahan atau akhir musim hujan karena berpengaruh pada hasil pertaniannya pula mengingat pada saat-saat itu debit air sungai dan intensitas hujan berkurang.

  1. Bibit

Bibit sangat menentukan baik buruknya hasil pertanian. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik penggunaan bibit unggul baik padi maupun kacang hijau mutak dilakukan. Bibit unggul yang dimaksud harus mempunyai buah atau biji yang banyak, cepat berbuah, tahan terhadap hama dan cuaca buruk da batang yang cepat berkembang.

  1. Jarak Tanam

Khusus bagi tanaman padi jarang tanam harus benar-benar diperhatikan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Jarak tanaman yang tidak teratur membuat tanaman padi tumbuh tidak seimbang. Terkadang ada yang tinggi dan yang pendek. Itu terjadi apabila tanaman yang satu mengambil unsur hara tanaman lainnya akibat jarak tanam yang tidak teratur dan jarak yang terlalu berdekatan tersebut. Untuk mencegah hal tersebut agar hasil panen padi memuaskan Pak Hasanuddin selalu menggunakan sistem tanam jajar agar jarak antar batang padi teratur.

  1. Hama dan Tanaman penggangu

Selain hal-hal diatas yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan hama dan tanaman pengganggu. Sebagaimana diketahui bahwa tanaman tidak akan tumbuh dengan baik jika banyak terdapat hama dan tanaman pengganggu. Oleh karena itu penggunaan insektisida dan herbisida haru sesuai dengan jenis hama dan dosis yang pas.

  1. Kendala-Kendala Yang Dihadapi

Tidak banyak kendala yang dihadai oleh Pak Hasanuddin dalam kegiatan pertaniaanya kendala yang biasanya paling dominan adalah masalah cuaca, modal, harga jual hasil panen yang rendah dan hama tanaman. Berikut penjelasannya :

  1. Modal

Modal merupakan masalah yang paling utama bagi setiap orang dan tak terkecuali bagi Pak Hasanuddin. Sebagai petani umumnya beliau jarang sekali mempunya tabungan karena penghasilannya sebagi petani hanya cukup untuk kegiatan konsumsi keluarganya. Jadi saat musim tanam datang untuk membiayai kegiatan pengolahannya beliau terkadang berhutang dulu kepada tetangga atau kepada pengusaha pembeli hasil. Selain itu beliau juga menggadaikan emas simpanan keluarganya.

  1. Cuaca

Cuaca yang terkadang tidak menentu membuat petani merugi, gagal panen dan sebagainya seperti kekuarangan air bagi tanaman kcang hijau akibat cuaca yang sering berubah tiap waktu. Hal seperti jarang sekali terjadi namun hal ini pernah terjadi pada tanaman pertanian Pak Hasanuddin.

  1. Harga Jual Hasil Hasil Panen

Terkait masalah harga jual hasil panen ini terkadang membuat petani lesu. Hal tersebut jika harga jual hasil panen rendah. Harga jual yang rendah secara otomatis membuat pendapatan petani dari hasil penjualan hasil panen mereka berkurang. Namun tidak jarang Pak Hasanuddin menyimpan hasil panennya untuk dijual kembali pada saat harga kembali tinggi. Tetapi untuk keperluan mendesak atau untuk membayar hutang Pak Hasanuddin menjual hasil panennya pada saat selesai panen itu juga.

  1. Hama Tanaman

Hama tanaman yang membandel yang sussah dibasmi terkadang membutuhkan biaya ekstra untuk membasminya. Seperti diketahui hama yang membandel dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen. Untuk itu untuk membasmi hama tersebut terkadang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli Pestisida agar hama yang Membandel yang dimaksud dapatt dibasmi.

BAB V

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Kegiatan perekonomian Pak Hasanuddin bertumpu pada profesi sebagai petani. sistem pengolahan yang diterapkan oleh beliau sudah menggunakan system pengolahan secara modern, dimana beliau sudah menggunakan berbagai macam mesin untuk pengolahan sampai pada proses panen, baik itu untuk tanaman padi sampai kacang hijau. Pengeluaran Pak Hasanuddin saat awal musim tanam cukup besar namun pengeluaran tersebut dapat tertutupi oleh jumlah pendapatan yang cukup besar saat panen jika hasil panen produk pertaniannya cukup bagus secara kualitas maupun kuantitasnya. Selain mengandalkan tanaman padi dan kacang hijau beliau juga mengandalkan durian yang harga cukup tinggi dan sebagai pencari ikan di malam hari. Dari usaha sampingan itu Pak Hasanuddin dapat mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Dalam menjalankan profesinya sebagai petani beliau mempunyai kiat-kiat yang cukup baik dalam menigkatkan hasil produksi panennya agar pendapatannya dapat bertambah. Tentunya kiat-kiat ini dibutuhkan untuk mengatasi kendala-kendaa yang dihadapinya dalam kegiatan pertanian agar kendala-kendala seperti hama tanaman, kekurangan air dapat diatasi dengan baik.

Rekomendasi

Bagi Pemerintah

Dalam usaha mensejahterahkan masyarakat kalangan bawah khusunya petani pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan petani seperti menekan harga pupuk, meningkatkan harga beli produk pertanian petani lokal agar apa yang di cita-citakan pemerintah dan petani yaitu menciptakan masyarakat yang sejahtera dapat terwujud.

Bagi Petani

Dalam kegiatan pertanian petani harus giat dan tekun dalam bekerja agar dapat menghasilkan produk pertanian yang bermutu tinggi dan kuantitas yang besar agar pendapatan petani sendiri dapat bertambah.

Bagi Mahasiswa

Sebagai kaum intelektual kita harus mensosialisasikan bagaimana cara bertani dengan baik petani kita dapat sejahterah. Selain itu untuk menyongsong masa depan yang kian berat kita sebaiknya berancang-ancang untuk menjadikan profesi petani sebagai usaha sampingan untuk menambah pendapatan

6/07/2021

Pengertian, Peran, dan Tujuan Koperasi Sekolah

Pengertian, Peran, dan Tujuan Koperasi Sekolah

Cadiak.id – di Indonesia terdapat berbagai jenis koperasi, salah satunya koperasi sekolah. Perlu kita ketahui lebih lanjut seperti apa pengertian, anggota, jenis usaha, sumber modal, dan tujuan didirikannya koperasi sekolah.

Peran koperasi di Indonesia cukup kuat dalam memperkokoh perekonomian nasional. Hal ini menjadi salah satu dasar pembentukan koperasi sekolah, agar generasi muda bisa belajar mandiri sejak dini.

Pengertian, Peran, dan Tujuan Koperasi Sekolah

Pengertian Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang dibentuk di lingkungan sekolah, baik lembaga pendidikan formal maupun non formal. Anggota koperasi sekolah terdiri atas para siswa di sekolah tersebut. Pada dasarnya, koperasi ini tidak berbadan hukum seperti koperasi lainnya. Hal ini sesuai dengan SK Mentranskop No. 639/SKPTS/MEN/1974 yaitu "Koperasi siswa adalah koperasi yang anggota-anggotanya adalah murid-murid/siswa-siswa Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama, Sekolah Lanjutan Atas, dan sekolah-sekolah atau tempat-tempat pendidikan lain yang setara".  Struktur organisasi koperasi sekolah biasanya terdiri dari anggota, pengurus, badan pemeriksa, pembina dan pengawas, serta badan penasihat. Koperasi sekolah juga memiliki Rapat Anggota Tahunan (RAT) sekurang-kurangnya 6 bulan sekali.

Tujuan Koperasi Sekolah

Ada beberapa tujuan didirikannya koperasi sekolah, diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan kesadaran siswa tentang fungsi dan peranan koperasi sebagai salah satu wadah utama perekonomian rakyat
  2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa demokratis
  3. Meningkatkan upaya pembinaan kelembagaan koperasi secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan
  4. Memberikan siswa keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman praktis dalam hal pengelolaan koperasi sekolah melalui latihan serta praktek kerja nyata
  5. Menanamkan rasa tanggung jawab siswa dalam gotong royong di masyarakat
  6. Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor koperasi melalui program pendidikan sekolah
  7. Menunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan praktis, untuk memenuhi kebutuhan siswa
  8. Menumbuhkan aspirasi dan partisipasi masyarakat sekolah terhadap koperasi, dan untuk menanamkan jiwa semangat dan sikap berkoperasi

Jenis Usaha Koperasi Sekolah

Keanggotaan koperasi sekolah bersifat terbuka bagi seluruh siswa-siswi, dan keanggotaannya akan berakhir saat sudah lulus. Ada beberapa macam jenis usaha yang dijalankan koperasi sekolah agar dapat menunjang kebutuhan siswa, diantaranya seperti:

  1. Unit usaha pertokoan, biasanya menjual berbagai keperluan siswa seperti alat tulis, buku pelajaran, makanan, atau perlengkapan sekolah dengan harga yang lebih murah dibanding toko-toko biasa
  2. Unit usaha simpan pinjam, bertujuan melayani penyimpanan dan peminjaman uang secara sederhana dan cepat. Usaha ini bisa membantu siswa untuk menabung dan mengatasi jika ada masalah keuangan
  3. Unit usaha kafetaria, biasanya menjual aneka makanan dan minuman bagi siswa, dan mungkin saja menjalin kerjasama dengan produsen makanan atau minuman
  4. Unit usaha pelayanan/jasa, berupa usaha fotokopi, pengetikan, penjilidan makalah, warnet, wartel, dan sejenisnya. Di beberapa sekolah kejuruan juga biasanya membuka usaha jasa sesuai dengan bidang keahlian siswa seperti usaha bengkel sepeda motor, salon, bengkel mobil, atau penjahitan baju

Dari sisi modal, koperasi sekolah bisa mendapatkan modal utama dari pembayaran iuran, simpanan wajib, simpanan sukarela, maupun sisa hasil usaha (SHU). Kemudian ada juga sumber modal kedua yang berasal dari pinjaman seperti hibah, pinjaman dari koperasi sekolah lain, bantuan komite sekolah, bantuan instansi pemerintah, atau sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

Dengan keberadaan koperasi sekolah, siswa dapat berlatih berwirausaha, mandiri, dan bertanggung jawab sehingga nantinya dapat membangun perekonomian bangsa.

Apakah sekolah kalian punya koperasi? Dan apakah setelah tahu tujuan didirikannya koperasi sekolah kalian berminat untuk bergabung?

6/06/2021

Apa Itu Pendidikan D2

Apa Itu Pendidikan D2

Cadiak.id - Apa Itu Pendidikan D2 - SMK merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang menjanjikan bagi para calon pendaftar. Berbagai kelebihan ditawarkan seperti bisa langsung kerja setelah lulus dan banyak prakteknya disbanding akademiknya membuat SMK tidak bisa dipandang sebelah mata sehingga banyak peminat yang ingin melanjutkan Pendidikan di SMK. Apalagi sekarang akan ada program baru di SMK yaitu Program SMK D2 Jalur Cepat.

Apa Itu Pendidikan D2

Program SMK D2 jalur cepat rencananya akan mulai diimplementasikan di Jawa Barat tahun 2021 ini. Program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jabar dan Indonesia secara umum.  Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto mengatakan pada tahun ini, pihaknya mengalokasikan dana Rp1,5 triliun untuk program SMK Pusat Keunggulan.  Dana tersebut diperuntukkan bagi 900 SMK, termasuk SMK di Jabar yang pada saat ini dikhususkan untuk SMK di wilayah Rebana. “SMK Eksisting diperkuat tidak hanya fisik infrastruktur tapi juga manusianya, kurikulum industrinya sehingga benar-benar akan membuat lulusan SMK yang unggul dan menonjolkan kehebatan Rebana,” katanya di sela Penandatanganan nota kesepakatan pendirian dan penyelenggaraan Kampus II Politeknik Manufaktur di Kabupaten Majalengka, di Bandung, Kamis, 25 Maret 2021.

Wikan menjelaskan SMK D2 jalur cepat tersebut termasuk dalam upaya jangka pendek untuk menghasilkan SDM unggul.  Pihaknya belum lama ini telah berkomunikasi dengan komite pemulihan ekonomi Jabar termasuk Kadin Jabar, sudah merancang pendirian program SMK D2 fast track, untuk Majalengka dan sekitarnya yang direncanakan akan dimulai tahun ini. “Selain pembangunan kampus tersebut, beberapa SMK dinikahkan dengan Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung. Jadi SMK 3 tahun ditambah 1,5 semester akan sudah D2. Cukup kuliah satu semester, sisanya akan magang langsung industri di daerah Rebana. Sejak awal itu adalah pernikahan segitiga yakni SMK, Polman, dan industri,” katanya. Direktur Polman Muhammad Nurdin mengatakan terdapat 16 SMK yang telah mendaftar. Rencananya pada tahap awal yang dibuka merupakan fast track untuk program kriya. Hal tersebut sesuai koordinasi dengan Pemprov Jabar, sejalan potensi Majalengka, dan Polman pun memiliki jurusan pengecoran logam dan pattern making. Terkait dengan pembangunan kampus 2, Nurdin mengatakan, Polman Bandung sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi, mempunyai peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan terhadap kebutuhan akan tenaga kerja terampil khususnya di bidang manufaktur.  

Perkembangan teknologi dan industri manufaktur di Kawasan Metropolitan Rebana akan menjadi pusat pertumbuhan, sehingga tuntutan bidang pekerjaan yang akan dihadapi oleh masyarakat sekitar sangatlah tinggi, dan hal tersebut harus dipersiapkan secara baik. “Dengan adanya Kampus-II Polman Bdg di Kabupaten Majalengka, kiranya ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat di Kabupaten Majalengka dalam pengembangan industri manufaktur maupun non-manufaktur dengan teknologi manufaktur yang dikuasai,” katanya. Bupati Majalengka Karna Sobahi menyambut baik pembangunan kampus 2 Polman di daerahnya. Kehadiran Polman Bandung di Majalengka diyakini akan mampu meningkatkan ekosistem akademik.  Apalagi saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Majalengka masih sangat rendah, yakni sekitar 13,9 persen. "Kita ada delapan perguruan tinggi di Majalengka, semuanya masih belum bisa keluar untuk berkembang, hanya Universitas Majalengka yang bisa mulai keluar dengan menjalin banyak kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya fokus mengembangkan dan menguatkan SDM di wilayah Cirebon Indramayu Majalengka Kuningan (Ciayumajakuning). Hal tersebut agar peluang yang timbul dengan hadirnya Metropolitan Rebana bisa dioptimalkan dan masyarakat di “Kami sangat peduli dengan pengembangan SDM di Ciayumajakuning. Fokusnya ada dua, pertama menguatkan puluhan SMK Pusat Keunggulan di wilayah tersebut dengan link and match dengan teknologi, industri dan lainnya. Kemudian ITB Cirebon sudah berjalan akan panen hasilnya di waktu yang tepat, hari ini diikuti pembangunan kampus II Polman Bandung di Majalengka,” katanya.

Diharapkan kedepan dengan adanya program baru ini akan dapat meningkatkan lebih kualitas dari SMK dan meningkatkan daya masyarakat untuk melanjutkan Pendidikan di SMK sehingga akan semakin banyak SDM yang berkualitas dari berbagai bidang keahlian.

Buku Paket

[Buku Paket][recentbylabel2]

Karya Ilmiah

[karyailmiah][recentbylabel2]
Notification
Selamat datang di Cadiak.id jangan lupa untuk mengikuti Sosial Media kami. Untuk Try-Out UTBK dan CPNS Online Gratis silahkan kunjungi Kolompendidikan.id
Done