Apa itu Proposal dan Bagaimana Cara Pengajuan Proposal yang Benar

Apa itu Proposal dan Bagaimana Cara Pengajuan Proposal yang Benar





Proposal adalah pengajuan rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu yang dituangkan dalam bentuk tulisan terstruktur agar mendapat dukungan bantuan dana, ijin, dan persetujuan dari pihak lain. 

Tujuan proposal adalah untuk mendapatkan persetujuan dari pihak lain atas rancangan ide, gagasan atau rencana yang diajukan. 

Biasanya proposal juga digunakan untuk mendapatkan bantuan dana/sponsorship untuk meringakan beban biaya yang harus dikeluarkan dalam suatu kegiatan dan untuk meringankan beban biaya dalam penelitian. 

Fungsi Proposal : 

Proposal memiliki fungsi bagi pembuat proposal maupun penerima proposal. Berikut ini beberapa fungsi dari proposal dari berbagai bidang : 

  • 1. Bidang Penelitian Umum, proposal digunakan untuk mengajukan penelitian yang berhubungan dengan sosial, budaya, agama dan ekonomi. 
  • 2. Bidang Usaha atau Bisnis, proposal berfungsi untuk pengajuan pendirian suatu usaha agar memiliki gambaran dan proyeksi. 
  • 3. Bidang Proyek, proposal dibutuhkan dalam pengajuan tender dari berbagai lembaga, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta. 

Jenis-jenis Proposal : 


Ada 4 jenis dari proposal, berikut ini jeni-jenis dari proposal : 

a) Proposal Kegiatan 

Jenis proposal ini untuk pengajuan rencana kegiatan yang bersifat individu maupun kelompok, misalnya pentas seni dan budaya. 

Proposal ini biasananya untuk mendapat bantuan biaya dalam melaksanakan kegiatan, dan untuk penerima proposal akan mendapat keuntungan berupa iklan dalam kegiatan yang berlangsung. 

b) Proposal Bisnis 

Jenis proposal ini untuk mendirikan suatu usaha, agar bisa bekerjasama antar perusahaan. 

c) Proposal Proyek 

Proposal ini juga berkaitan dengan dunia bisnis, namun lebih merujuk dalam pendirian suatu proyek pembangunan. 

d) Proposal Penelitian 

Proposal ini berhubungan dengan bidang akademik, dimana akan melakukan penelitian untuk membuat skripsi, tesis dan lainnya. 

Bentuk-bentuk Proposal : 


A. Proposal Formal 

Ada 3 bagian utama dalam proposal formal : 

1) Pendahuluan terdiri dari sampul, halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, dan lembar pengesahan. 

2) Isi proposal yang meliputi latar belakang, batasan masalah, tujuan dalam hal ruang lingkup, susunan panitia, ide dasar,metodologi, fasilitas, waktu, biaya, keuntungan dan kerugian. 

3) Data pelengkap proposal berisi lampiran, tabel, dan daftar pusaka. 

Contoh proposal formal adalah proposal pengajuan karya ilmiah. 

B. Proposal Semi Formal 

Proposal semi formal berbentuk baku namun isinya tidak selengkap proposal formal. Proposal semi formal terdapat informasi mengenai masalah, saran, pemecahan, dan permohonan. Contoh proposal sem formal adalah proposal pengajuan festival kepada ketua kecamatan. 

C. Proposal Non Formal 

Proposal non formal diajukan dalam bentuk surat dan isinya hampir sama dengan proposal semi formal. Di dalam proposal non formal terdiri dari masalah, saran, pemecahan, dan permohonan. Contoh proposal non formal adalah proposal pengajuan reuni sekolah. 

Unsur-unsur Proposal 


Di dalam proposal terdapat unsur-unsur penting yang harus ada, namun tidak semua proposal memiliki unsur yang sama, misalnya untuk proposal bisnis dan proposal penelitian. 

Syarat-syarat Menyusun Proposal 

Untuk membuat proposal harus memenuhi syarat-syarat berikut ini : 

  • · Harus memiliki struktur maupun logika yang sangat jelas dan mudah dimengerti. 
  • · Hasil dari kegiatan tersebut harus terstruktur. 
  • · Untuk kegiatan yang dilakukan dapat ditulis secara detail serta harus benar-benar dapat dikerjakan dengan baik dan benar. 
  • · Jika ada anggaran dana yang diperlukan, maka anggaran dana yang diperlukan harus realistis dengan kegiatan tersebut. 

Tips Proposal Diterima 


1. Mental Sekuat Baja 

Agar proposal yang diajukan diterima, pembuat proposal harus memiliki mental yang sekuat baja. Mental yang dibutuhkan adalah bersifat gigih, tidak mengeluh, selalu mencoba, dan berpikir positif. 

2. Usaha yang keras 

Usaha yang keras juga dibutuhkan dalam membuat proposal agar proposal yang diajukan diterima pihak lain. Usaha yang dimaksud adalah berusaha membuat proposal yang sistematis dan terperinci. 

3. Penampilan Rapi 

Penilaian pertama adalah penampilan dari pembuat proposal, pihak sponspor akan menilai menilai baik apabila cara berpakaian pembuat proposal itu rapi. 

Misalnya untuk laki-laki yaitu memakai kemeja lengan panjang yang dimasukkan, celana bahan berwarna gelap, pakai sepatu vantovel, memakai parfum, dan rambut harus rapi. 

Demikian informais yang dapat kami sampaikan mengenai apa itu proposal dan bagaimana cara pengajuan proposal yang baik dan benar. Semoga bermanfaat, terima kasih.