Berita Pendidikan: Pengertian
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengertian. Tampilkan semua postingan

12/18/2020

Pengertian Asesmen Nasional Dan Tujuannya

Pengertian Asesmen Nasional Dan Tujuannya

Untuk mengikuti perkembangan zaman sekaligus memperbarui tata cara pembelajaran yang lebih baik. Pemerintah tentunya melalui Kementerian Pendidikan danKebudayaan (Kemendikbud) akan mengganti sistem ujian nasional menjadi asesmen nasional.
Pengertian Asesmen Nasional Dan Tujuannya

Sama halnya penjelasan yang terangkum dari akun Twitter Kemendikbud @litbangdikbud, asesmen nasional merupakan suatu bentuk pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah. Baik itu sekolah negeri, madrasah, yang lainnya dengan tujuan kesetaraan jenjang dasar dan menengah.


Yang menjadi poin pertanyaan disini ialah, apa saja tujuan dari Asesmen Nasional? Untuk memberikan jawaban yang lebih pasti, berikut beberapa poin yang sudah kami rangkum dari situs resmi.


Mengutip situs resmi Kemendikbud, setidaknya ada tiga tujuan dari pembentukan asesmen nasional. Apa saja?

  • Mendorong guru untuk bisa mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar serta sekaligus karakter murid secara utuh.
  • Menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, seperti halnya pengembangan kompetensi dan karakter murid.
  • Memberikan gambaran terkait karakteristik esensial sekolah yang efektif guna bisa mencapai tujuan tersebut.


Jika kita membaca beberapa poin yang sudah disebutkan diatas, tentunya kita bisa menjabarkan makna sebenarnya penerapan asesmen nasional. Setiap orang mungkin mempunyai penjabaran yang berbeda, namun yang menjadi poin utama ialah :

  1. Bagi kalangan guru yang mengajar murid di sekolah, dituntut untuk lebih aktif dalam menggali serta mengembangkan karakter murid secara mendasar. Dengan mengenal karakter murid terlebih dahulu, kemudian mencari solusi agar kompetensi mereka bisa berkembang.
  2. Sedangkan untuk poin kedua, yakni guru harus bisa menunjukkan sekaligus menjelaskan apa yang menjadi tujuan dari sekolah. Tidak hanya proses pembelajaran materi saja, melainkan juga menerangkan poin-poin penting dari tujuan belajar di sekolah.
  3. Bagaimana dengan poin ketiga? Dalam hal ini, guru dituntut untuk bisa memberikan gambaran mengenai karakteristik esensial sekolah. Tentu harus memilih cara yang efektif sehingga tujuan dari poin satu dan dua bisa tercapai.


Penting pula diketahui bahwa asesmen nasional hanya bentuk pengembangan karakteristik dan kompetensi siswa. Sehingga tidak memerlukan persiapan secara khusus ataupun tambahan yang dampaknya bisa menjadi beban psikologis.


Beberapa poin yang juga harus dipahami tentang asesmen nasional. Beberapa diantaranya mencakup :

  • Asesmen nasional tidak menjadi penentu kelulusan sekolah.
  • Tidak pula diberikan pada akhir jenjang.
  • Hasil yang diperoleh tidak memuat nilai secara individu, karena hanya diharap bisa menjadi dasar perbaikan pembelajaran.
  • Hasil asesmen nasional 2021 akan dipergunakan sebagai data baseline, tidak untuk menilai kinerja satuan pendidikan ataupun wilayah.


Perlu ditekankan kembali bahwa asesmen nasional hanya bentuk dari pengambangan karakter murid sekaligus tingkat kompetensi yang lebih tinggi.


Dalam hal ini, asesmen nasional tidak ada kaitannya dengan ujian nasional ataupun beberapa poin lain yang ikut menentukan tingkat kelulusan dari murid di sekolah.

5/21/2017

Pengertian Pembelajaran dan Belajar Lengkap

Pengertian Pembelajaran dan Belajar Lengkap

Pengertian Belajar dan Pembelajaran Lengkap - Kali ini sedikit penulis akan memberikan sedikit wawasan tentang belajar dan pembelajaran, dua hal yang jika diucapkan kita terkadang menganggap nya sama, namun terdapat perbedaan antara 2 kata tersebut.
Pengertian Pembelajaran dan Belajar Lengkap
Pengertian Pembelajaran dan Belajar Lengkap
Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan mengajar dan belajar, di mana pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa yang berorientasi pada kegiatan mengajarkan materi yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai sasaran pembelajaran. Dalam proses pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan fasilitas pembelajaran. 
1. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 20 Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Nomor 20 Tahun 2003. Pasal 1 ayat 20).
2. Darsono (2002: 24-25) secara umum menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai “suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik”
3. Menurut Gagne, Briggs, dan wagner dalam Udin S. Winataputra (2008) pengertian pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan menurut  Duffy dan Roehler (1989) pengertian pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.
4. Menurut Miarso (2008:30), definisi dari pasal 20 Tahun 2003 mengindikasikan bahwa ada lima jenis interaksi yang dapat berlangsung dalam proses pembelajaran, yaitu :
  • Interaksi antara pendidik dengan peserta didik
  • Interaksi antar sesama peserta didik
  • Interaksi peserta didik dengan nara sumber
  • Interaksi peserta didik bersama pendidik dengan sumber belajar yang sengaja dikembangkan;
  • Interaksi peserta didik bersama pendidik dengan lingkungan sosial dan alam.
5. Menurut Oemar Hamalik (239: 2006) pembelajaran adalah “suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran”. 
6. Menurut Syaiful Sagala (61: 2009) pengertian pembelajaran adalah “membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan”. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik., sedangkan belajar oleh peserta didik. 

Pengertian Belajar
Belajar, pada hakekatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat. Pengertian belajar itu cukup luas dan tidak hanya sebagai kegiatan di bangku sekolah saja. Bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Di sini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Dengan demikian, belajar dapat membawa perubahan bagi si pelaku, baik perubahan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dengan perubahan-perubahan tersebut, tentunya si pelaku juga akan terbantu dalam memecahkan permasalahan hidup dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya
1. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, secara etimologi belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu
2. Menurut Vernon S. Gerlach & Donal P. Ely dalam bukunya teaching & Media-A systematic Approach (1971) dalam Arsyad (2011: 3) mengemukakan bahwa “belajar adalah perubahan perilaku, sedangkan perilaku itu adalah tindakan yang dapat diamati. Dengan kata lain perilaku adalah suatu tindakan yang dapat diamati atau hasil yang diakibatkan oleh tindakan atau beberapa tindakan yang dapat diamati”.
3. Lebih lanjut Abdillah (2002) dalam Aunurrahman (2010 :35) menyimpulkan bahwa “belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu”.
4. Pengertian belajar menerut Cronbach memberikan definisi :“Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”. (Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman). 
5. Harold Spears memberikan batasan pengertian belajar sebagai:“Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. (Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan). Sedangkan Geoch, memberi batasan pengertian belajar sebagai : “Learning is a change in performance as a result of practice”. (Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek.

Referensi
1. Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
2. Arikunto, Suharsimi. (1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.
3. Aunurrahman. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Penerbit AlfabetaSlameto. (2003). 
4. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka  Cipta.Wandi, (2007). 
5. http://ferryxzyamato.blogspot.co.id/2012/06/belajar-dan-pembelajaran.html diakses 21 Mei 2017

Buku Paket

[Buku Paket][recentbylabel2]

Karya Ilmiah

[karyailmiah][recentbylabel2]
Notification
Selamat datang di Cadiak.id jangan lupa untuk mengikuti Sosial Media kami. Untuk Try-Out UTBK dan CPNS Online Gratis silahkan kunjungi Kolompendidikan.id
Done