Berita Pendidikan: News
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

3/13/2021

Tidak Ada UN, Nilai Rapor Jadi Syarat Lulus

Tidak Ada UN, Nilai Rapor Jadi Syarat Lulus

Secara resmi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan, sekaligus Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Tidak Ada UN, Nilai Rapor Jadi Syarat Lulus
Mendikbud menjelaskan, berkenaan dengan penyebaran Covid-19 yang kian meningkat. Maka dangat diperlukan langkah responsif dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Terkait dengan hal tersebut, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menyampaikan 8 poin utama. Beberapa diantaranya berisi tentang penentu kelulusan siswa di tahun 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional.

Pada poin ketiga Surat Edaran Mendikbud, dijelaskan 3 poin penting yang dipergunakan untuk menentukan apa siswa dinyatakan lulus dari program pendidikan.

Isi penjelasannya, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan atau program pendidikan. Jika memenuhi beberapa poin yang dimaksud. Beberapa diantaranya ialah :

  • Siswa menyelesaikan program pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Dibuktikan dengan rapor tiap semester.
  • Siswa memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik.
  • Siswa mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Selanjutnya, ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, sama halnya yang dimaksud pada poin 3 di atas, pelaksanaannya dalam bentuk :

  • Portofolio, yakni berupa evaluasi atas nilai rapor nilai sikap atau perilaku, serta prestasi yang diperoleh sebelumnya. Seperti halnya pernghargaan, hasil perlombaan, dan yang lainnya.
  • Penugasan
  • Tes secara luring dan daring.
  • Bentuk kegiatan yang sudah ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Terlepas dari ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Pada poin selanjutnya disebutkan bahwa peserta didik sekolah menengah kejuruan (SMK), juga bisa mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai ketentuan perundang-undangan.

Secara dasar, rincian yang sudah kami jelaskan diatas hanya berupa rangkuman dari SE yang dikeluarkan oleh Mendikbud.

Dalam hal ini, ujian akhir semester yang dijadikan patokan untuk kenaikan kelas. Sehingga siswa yang sudah menjalani pembelajaran secara lengkap, bisa lulus dengan mudah.

Bagaimana dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pelaksanaan PPDB akan disesuaikan dengen Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Poin lebih lanjut, anda bisa mengunduh file di laman https://jdih.kemdikbud.go.id.

Untuk menunjang dan mendukung semua program pembelajaran, Kemdikbud menyediakan bantuan teknis untuk daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.

Jika melihat dari beberapa poin kelulusan, kenaikan kelas, dan PPDB pada SE Mendikbud. Tidak hanya guru saja yang mempunyai tugas berat.

Melainkan semua jajaran di satuan pendidikan seperti Kepala Sekolah, tenaga pendidik, dan yang lainnya.

Nah, jika anda masih penasaran dengan beberapa informasi yang kami rangkum diatas. Maka bisa mempelajari beberapa info tambahan terkait SE Mendikbud tentang penilaian UN 2021 di https://www.kemdikbud.go.id

1/12/2021

Cara Mengaktifkan Akun Pembelajaran Kemendikbud

Cara Mengaktifkan Akun Pembelajaran Kemendikbud

Bagaimana Cara Mengaktifkan Akun Pembelajaran Kemendikbud? Pertanyaan ini sebenarnya sudah terjawab dengan adanya penjelasan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na’im.

Cara Mengaktifkan Akun Pembelajaran Kemendikbud

Beliau menjelaskan bahwa akun pembelajaran dengan domain belajar.id sudah bisa digunakan oleh siswa, guru, dan juga tenaga kependidikan selama masa belajar dari rumah. Jenis layanan pembelajaran yang bisa diakses menggunakan akun pembelajaran juga sangat bervariasi, mulai dari surat elektronik (email), penyimpanan, dan juga pembagian dokumen secara elektronik.


Selain beberapa poin diatas, akses yang diperoleh juga berupa pengelolaan administrasi pembelajaran secara elektronik, penjadwalan proses pembelajaran secara elektronik, pelaksanaan proses pembelajaran secara daring. Baik itu secara sikronus ataupun asinkronus, serta Rumah belajar Kemendikbud untuk materi pembelajaran.


Ainun menjelaskan, daftar lengkap layanan pembelajaran bisa diakses menggunakan akun pembelajaran dan dapat dilihat di laman belajar.id.


Yang menjadi pertanyaan disini adalah, bagaimana cara mengakses dan mengaktifkan akun pembelajaran? Untuk lebih detailnya, mari kita simak langkah-langkah berikut ini :

  • Operator satuan pendidikan masuk ke laman Kemendikbud
  • Setelah masuk laman yang dimaksud, operatir satuan pendidikan memilih tombol unduh akun untuk mengunduh dokumen CSV yang berisi daftar nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) akun pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • Selanjutnya, operator satuan pendidikan bisa mendistribusikan akun pembelajaran tersebut pada setiap pengguna (murid, guru, dll.) akun pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • Untuk bisa mengaktifkan akun pembelajaran, pengguna dengan menggunakan user ID dan password akun pembelajaran, login pada laman email Google.
  • Berikutnya, pengguna harus menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan akun pembelajaran sekaligus mengganti password akun pembelajaran.
  • Selamat! Akun pembelajaran sudah siap digunakan untuk menikmati beberapa akses yang sudah disediakan.


Dijelaskan lebih lanjut, Ainun juga menyebut jika akun pembelajaran ini akan menjadi salah satu jalur komunikasi resmi antara Kemendikbud dengan peserta didik, pendidik, dan juga tenaga kependidikan.


Selain itu, akun pembelajaran juga akan dipergunakan untuk mengakses beberapa aplikasi resmi Kemendikbud. Baik itu berupa materi dan informasi dari Kemendikbud. Sebagai contoh ialah informasi mengenai bantuan pemerintah dan asesmen nasional yang nantinya akan dikirimkan ke alamat pos elektronik akun pembelajaran.


Pada pemaparan lanjutan, Ainun pun menegaskan bahwa Kemendikbud sangat berharap dan menyarankan penggunaan akun Pembelajaran bisa dimaksimalkan.


Sedangkan dari sisi keamanan akun pembelajaran, sudah diatur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kerahasiaan data, informasi, dan/atau dokumen aktivitas akun pembelajaran ataupun kemungkinan terjadinya kelalaian dalam penggunaan dan/atau penyalahgunaan data, informasi, dan/atau dokumen aktivitas akun pembelajaran.


Untuk saat ini, jumlah akun pembelajaran yang sudah disiapkan oleh Kemendikbud ialah : Akun admin 529.310, akun guru 2.850.424, dan akun siswa 27.008.332.

1/11/2021

Peranan E-Learning Untuk Kemajuan Dunia Kerja Dan Pendidikan

Peranan E-Learning Untuk Kemajuan Dunia Kerja Dan Pendidikan

Apa Peranan E-Learning Untuk Kemajuan Dunia Kerja Dan Pendidikan? Proses pembelajaran elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan E-Learning, merupakan suatu perkembangan dalam pelayanan pembelajaran yang dilakukan dengan sistem elektronik. Layanan ini bisa diakses oleh siapa dan dimana saja tanpa ada batasan waktu.

Peranan E-Learning Untuk Kemajuan Dunia Kerja Dan Pendidikan

Menurut ahli, E-Learning merupakan bentuk pembelajaran yang dirancang dengan tujuan menggunakan suatu sistem elektronik sehingga bisa mendukung suatu proses pembelajaran.


Sekedar untuk tambahan informasi, sistem pembelajaran E-Learning menggunakan model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, serta pelatihan dengan basis komputer. Dalam hal ini, metode pembelajaran disediakan melalui situs web (laman web) yang nantinya bisa memudahkan pengguna untuk mengakses.


Pada jaman yang sudah serba digital seperti sekarang ini, E-Learning merupakan suatu metode yang sangat efisien digunakan oleh kalangan masyarakat modern. Khususnya yang kurang mendapatkan waktu untuk belajar secara konvensional.


Sebab penggunaan E-Learning tidak memerlukan keharusan untuk on-time seperti metode pembelajaran offline. Sehingga para pengguna E-Learning juga lebih fleksibel dalam mengatur waktu, dan kapan lebih tahu waktu yang pas untuk belajar.


Dirangkum dari beberapa sumber, setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan sistem E-Learning. Beberapa diantaranya ialah :

  • Lebih praktis dan fleksibel, sebab diakses dengan menggunakan situs web dan tidak harus membuang waktu untuk bertemu (bertatap muka) secara langsung.
  • Memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, mendapatkan sistem pengajaran yang lebih menarik, sebab terdapat fasilitas berupa foto, audio, dan juga video.
  • Mempermudah untuk bisa melihat kemajuan penggunanya, hal ini dikarenakan sistem E-Learning bisa menyimpan progress data pengguna.
  • Lebih menghemat biaya, sebab tidak ada biaya buku ataupun fotokopi.
  • Lebih mudah dalam dokumentasi, sebab materi pembelajaran bisa disimpan dan bisa diakses kembali di lain waktu.
  • Sangat ramah lingkungan, sebab akan mengurangi penggunaan kertas dan samaph yang dihasilkan dari pengguna.


Untuk saat ini, E-Learning sudah banyak dicoba dan digunakan oleh banyak sekolah dari tingkat SD, SMA hingga universitas. Salah satu manfaat lain yang bisa diperoleh ialah, mengasah kemampuan siswa dan mahasiswa dalam menggunakan teknologi, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar.


Terlepas dari sekolah dan universitas, E-Learning juga sudah banyak diterapkan pada perusahaan. Tujuannya ialah untuk memberikan pelatihan teknologi pada karyawan yang berada di beberapa lokasi.


Apalagi saat ini Indonesia sedang terdampak pandemi Covid-19 yang tidak kunjung mereda. Sehingga alternatif pembelajaran pun dialihkan pada metode sekolah online. Bahkan untuk pembelajaran tatap muka masih belum dianjurkan. Tujuannya ialah untuk memutus rantai penularan Covid-19.


Demikianlah sedikit ulasan tentang manfaat E-Learning. Semoga apa yang kami bahas, bisa menambah wawasan, sekaligus menjadi referensi yang memang dibutuhkan.

8/08/2020

Rangkuman Pengumuman Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Rangkuman Pengumuman Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

KURIKULUM DARURAT - Pemerintah melakukan penyesuaian keputusan bersama Empat Menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di zona selain merah dan oranye, yakni di zona kuning dan hijau, untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini dirumuskan bersama melalui live streaming youtube yang telah kami rangkum sebagai berikut: 
Rangkuman Pengumuman Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

1. Pemerintah pusat membolehkan (bukan mewajibkan) KBM tatap muka di sekolah zona hijau dan kuning (total area 43% dari seluruh wilayah RI). Cek zona di http://covid19.go.id/peta-risiko
Protokol seperti pengumuman sebelumnya. Kapasitas 50% dengan shift. Orang tua diberi kewenangan penuh di level individu untuk menolak berpartisipasi dalam KBM tatap muka.

2. Kemdikbud meluncurkan kurikulum darurat utk semua jenjang. Ini adalah kurikulum 2013 yg disederhanakan capaian pembelajarannya. Tujuannya agar tidak membebani siswa, guru, dan orang tua. Materi dipilihkan yang esensial saja. Perampingan sampai 50%. Mas Menteri tadi bilang kita nggak perlu belajar banyak-banyak tapi tidak ada yang menetas. Lebih baik kita belajar yang esensial tapi bisa paham secara mendalam.

Sekolah diberi kebebasan utk memilih (hence merdeka belajar) menggunakan: a) kurikulum 2013 secara penuh, b) kurikulum darurat, atau c) kurikulum 2013 yg sdh disederhanakan sendiri oleh sekolah.

3. Kemdikbud meluncurkan modul kurikulum darurat untuk jenjang PAUD dan SD. Modul tersebut bisa dioperasikan oleh guru, siswa, dan orang tua (atau siapa pun yg membantu siswa belajar). Modul juga termasuk asesmen, yang fokus pada literasi, numerasi, pendidikan karakter, dan kecakapan hidup. Kurikulum darurat ini berlaku sampai akhir tahun ajaran ini, meski nanti kondisi sudah normal.

Catatan: Untuk pemahaman yang lebih komprehensif, kami sarankan bapak/ibu untuk dapat menonton tayangan lengkap Pengumuman Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 sebagai berikut dibawah ini:

4/18/2020

CATAT! Daftar Sekolah Belum Sinkronisasi DAPODIK 13 APRIL 2020

CATAT! Daftar Sekolah Belum Sinkronisasi DAPODIK 13 APRIL 2020

CATAT! Daftar Sekolah Belum Sinkronisasi DAPODIK 13 APRIL 2020 - Sehubungan dengan arahan kemdikbud agar tiap sekolah harus melakukan sinkronisasi DAPODIK, hingga saat ini masih terdapat sekolah Belum Sinkronisasi, total 4.901 Sekolah yang Belum Sinkronisasi.
CATAT! Daftar Sekolah Belum Sinkronisasi DAPODIK 13 APRIL 2020

Perlu diperhatikan, bahwa sinkronisasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2020 akan ditutup pada hari Minggu, tanggal 10 Mei 2020 pukul 23.59 WIB. Sedangkan hingga 13 April 2020 sudah 62% satuan pendidikan telah melakukan sinkronisasi. Pemerintah menyampaikan, peran aktif dari Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi dan juga LPMP sesuai dengan kewenangannya untuk mendorong sekolah di daerahnya yang tertera dalam daftar per-tanggal 13 April 2020 untuk segera melakukan sinkronisasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2020.

Adapun data rincian sekolah yang belum melakukan Sinkronisasi Dapodik dapat dilihat melalui tautan sebagai berikut ini:
Daftar 4.901 Sekolah Belum Sinkronisasi Per 13 April 2020

Buku Paket

[Buku Paket][recentbylabel2]

Info Sertifikasi

[Info Sertifikasi][recentbylabel2]
Notification
Selamat datang di Cadiak.id jangan lupa untuk mengikuti Sosial Media kami. Untuk Try-Out UTBK dan CPNS Online Gratis silahkan kunjungi Kolompendidikan.id
Done