Berita Pendidikan: Juknis
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Juknis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juknis. Tampilkan semua postingan

3/30/2021

Panduan Untuk Guru dan Relawan Guru  Berbagi

Panduan Untuk Guru dan Relawan Guru Berbagi

Panduan Untuk Guru dan Relawan Guru  Berbagi ini mungkin sudah bukan hal asing. Pasalnya sudah banyak yang berbagi atau menerangkan langsung di dunia nyata.

Panduan Untuk Guru dan Relawan Guru  Berbagi
Akan tetapi, seiring dengan masa pandemi yang masih belum berakhir. Informasi secara online juga dibutuhkan. Sehingga bisa mencegah dan menghentikan mata rantai penyebaran virus.

Seperti yang kita ketahui, Guru Berbagi merupakan salah satu program yang dibentuk pemerintah agar mempermudah para guru dalam berbagi informasi.

Bersama dengan Guru Berbagi, Kemendkibud menyediakan program dengan tujuan para guru tersebut bisa berbagi sumber daya yang dimiliki. Fungsi lainnya ialah untuk bersama memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Dengan adanya program guru berbagi, maka sangat dimungkinkan untuk para guru bisa membagikan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya yang dimaksud ialah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bacaan, dan juga Tips.

Nantinya, sumber daya tersebut bisa dimanfaatkan oleh semua guru sebagai bahan referensi guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan.

Nah, untuk bisa membuat sekaligus membagikan sumber daya yang dimiliki guru, maka guru tersebut harus bisa masuk kedalam aplikasi Guru Berbagi.

Seperti apa panduan yang terdapat pada file yang kami bagikan? Tentu untuk informasi yang lebih lengkap bisa disimak pada preview di bawah ini.


Dengan melihat preview di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa semua langkah yang harus ditempuh sudah tersedia secara lengkap.

Bahkan bagi kalangan guru dan pengguna yang sudah terdaftar dalam aplikasi. Bisa dengan mudah berbagi sumber daya yang dimiliki.

Tidak terkecuali dalam hal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah dibuat oleh guru atau kontributor tersebut. Bagaimana cara daftar akun di Guru Berbagi?

Pada dasarnya tahap demi tahap pendaftaran sudah ada pada preview yang kami lampirkan. Akan tetapi, untuk sekedar tambahan referensi. Tidak ada salahnya jika kami tulis ulang dibawah ini.

Untuk bisa mengakses atau membuka aplikasi Guru Berbagi, tentu pengguna diwajibkan sudah terdaftar dalam aplikasi guru berbagi.

Jika memang belum melakukan pendaftaran dalam aplikasi guru berbagi, maka pengguna bisa langsung melakukan registrasi dengan cara sebagai berikut :

  • Langkah pertama, anda harus mengakses laman atau portal https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/
  • Ketika laman portal Guru Berbagi sudah terbuka, maka langsung saja klik tombol Daftar
  • Pada tahap ini, anda akan diarahkan untuk menuju halaman pendafaran.
  • Isikan semua data pendaftaran yang sesuai dan lengkap, serta klik tombol Daftar untuk lanjut dan memproses pendaftaran. Sebagai catatan, pastikan bahwa email yang anda masukkan valid, sebab informasi akun akan dikirimkan ke email tersebut.
  • Selanjutnya, kode aktivasi akun akun dikirimkan melalui alamat surel yang sudah diisikan saat pendaftaran.
  • Silahkan anda cek kotak masuk pada surel atau email.

Sedangkan untuk tahap selanjutnya, anda tinggal melakukan aktivasi akun dengan mengklik link yang dikirim dalam surel.

3/29/2021

Panduan Singkat Penggunaan E-Rapor SMA Versi 2018-E

Panduan Singkat Penggunaan E-Rapor SMA Versi 2018-E

Seperti yang kita ketahui Panduan Singkat Penggunaan E-Rapor SMA Versi 2018-E ini sudah banyak beredar di internet. Akan tetapi, tidak semuanya memberikan penjelasan secara rinci terkait isi faile di dalamnya.

Panduan Singkat Penggunaan E-Rapor SMA Versi 2018-E
Nah, guna melengkapi beberapa postingan kami sebelumnya terkait dengan E-Rapor, maka disini kami akan memberikan ulasan yang lebih lengkap. Sehingga anda tidak harus mencari ulang poin serupa mengenai panduan yang dimaksud.

Sedikit berbeda dengan versi sebelumnya, V 2018-E ini mengalami beberapa perbaikan. Seperti halnya alamat siswa yang menggabungkan alamat, desa, kecamatan, dan juga kabupaten.

Sedangkan untuk beberapa poin yang lain mencakup perbaikan input KRS oleh siswa, pebaikan hasil cetak leger, hasil cetak khs, download format nilai, hitung kenaikan, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Beberapa perbaikan yang ada pada versi 2018-E sudah dijelaskan secara rinci dalam file pdf yang akan kami lampirkan dibawah ini.

Jika anda memang penasaran dengan rincian yang dimaksud, maka langsung saja simak preview berikut. Lampiran ini bisa anda baca ataupun langsung di unduh pada perangkat masing-masing.


Seperti yang sudah kita lihat bersama, selain penjelasan terkait perubahan atau perbaikan. Dipaparkan juga tentang syarat berjalannya sistem.

Hal ini membahas tentang syarat teknis server dan juga langkah persiapan agar proses instalasi berjalan lancar. Terlepas dari itu, adapula pemaparan tentang konfigurasi jaringan E-Rapor.

Proses instalasi sendiri terbilang sangat sederhana. Pasalnya aplikasi bisa di unduh di laman http://gerbangkurikulum.psma.kemdikbud.go.id

Sedangkan untuk informasi tambahan terkait dengan instalasi, anda bisa menginstall aplikasi ini dengan hak administrator (run as administrator). Selanjutnya lakukan instalasi rapor versi terbaru.

Teruntuk pengguna aplikasi E-Rapor versi 2018.d.1, maka bisa langsung install updater versi 2018.e
Sedangkan untuk pengguna baru, pertama harus install e-rapor versi 2018.d.1 kemudian install updater versi 2018.e

Disini kami tidak akan memberikan penjelasan secara rinci terkait isi atau angkah-langkah yang ada di dalam tutorial atau preview di atas. Sebab anda bisa secara langsung membacanya dalam preview.

Akan tetapi, kami akan memaparkan alur kerja aplikasi e-rapor oleh Admin. Yang intinya, tugas admin mencakup :

  • Melakukan instalasi (pemasangan) e-Rapor ke dalam server serta sinkronisasi data ke dapodik
  • Mengedit profil sekolah dan memberikan hak akses kepada user dalam hal ini ialah guru mata pelajaran, wali kelas, guru bimbingan dan konseling, sekaligus peseta didik, kelapa sekolah, dan orang tua siswa.
  • Mensosialisasikan e-Rapor dengan membagikan username dan password pada yang bersangkutan.
  • Meringkas nama mata pelajaran dan memetakannya sesuai urutan.
  • Menyesuaikan data muatan lokal, serta menginput kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran.
  • Menginput data tanggal rapor, mencetak rapor, dan mengirim nilai ke dapodik.
  • Melakukan backup data dan restore data.
  • Menginput nilai US/USBN khusus untuk kelas XII
  • Mengaktifkan serta meninaktifkan input nilai oleh guru pada semester berjalan.

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum. Semoga bisa membantu!

7/26/2020

Juknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19 Pdf

Juknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19 Pdf

Juknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19 Pdf - Petunjuk Teknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren Pada Masa Pandemi COVID-19 No. 1247 tahun 2020 berisi tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standar dan spesifikasi bantuan, tugas dan fungsi masing-masing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Petunjuk Teknis ini disusun untuk menjadi panduan, petunjuk, rambu-rambu dan arah pelaksanaan bantuan, sehingga bantuan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Kami berharap, bantuan yang diberikan bermanfaat untuk mendukung pesantren dalam melaksanakan pembelajaran
Juknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19 Pdf

Untuk mendapatkan fasilitas bantuan pembelajaran dari pesantren pada masa pandemi ini, cukup melakukan tahapan sebagaimana diatur sebagai berikut:
  1. Pengajuan BPD Pesantren dilakukan melalui usulan langsung Pesantren atau organisasi yang membawahi Pesantren, yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Up. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren.
  2. Usulan pengajuan tertulis ditandatangani oleh pimpinan Pesantren atau organisasi yang mem- bawahi Pesantren.
  3. Usulan calon penerima bantuan BPD Pesantren juga dapat diambil dari data EMIS Kementerian Agama.
  4. Daftar nama-nama yang mengajukan BPD Pesantren akan dimasukkan dalam daftar pemohon BPD Pesantren.
  5. Berdasarkan hasil verifikasi, PPK menetapkan Surat Keputusan penerima BPD Pesantren yang disahkan oleh KPA.
Besaran dana bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19:
Dana Bantuan BPD Pesantren sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah) dan dilakukan pencairan sekaligus atau dalam 1 (satu) tahap.

Merujuk kepada hal-hal tersebut diatas, bagi yang ingin Download Juknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19 Pdf, silahkan download melalui tautan dibawah ini:
CATAT! Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19

CATAT! Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19

CATAT! Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19 tahun anggaran 2020 - Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 No. 1248 tahun 2020 berisi tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standar dan spesifikasi bantuan, tugas dan fungsi masing-masing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Petunjuk Teknis ini disusun untuk menjadi panduan, petunjuk, rambu-rambu dan arah pelaksanaan bantuan, sehingga bantuan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Dengan Petunjuk Teknis ini pula, pemberi dan penerima manfaat bantuan dapat melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan ketentuan yang ada dalam petunjuk teknis, sekaligus bantuan yang diberikan bermanfaat untuk mendukung operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19.
CATAT! Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19
Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19 ini diterbitkan oleh Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama dengan pertimbangan sebagai berikut:
  1. bahwa untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/ 363/ 2020, dan Nomor 440- 882 Tanggal 15 Juni 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), perlu diberikan fasilitasi pada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dalam bentuk Bantuan Operasional;
  2. bahwa untuk menjamin pelaksanaan Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 yang tertib, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020;
  3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020;
Adapun maksud dan tujuan dari Juknis BOP Pesantren dan Pendidikan Agama Islam No. 1248 tahun 2020 ini adalah sebagai berikut:
1. Maksud 
Petunjuk Teknis ini untuk mengatur mekanisme pengelolaan Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020 agar tertib, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

2. Tujuan 
Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020 untuk menjamin efektifitas, efisiensi, ketepatan sasaran, dan kegunaan pelaksanaan Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020
  • Untuk meringankan biaya operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.
  • Untuk memutus, mengurangi mata rantai penyebaran COVID-19 di kalangan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.
  • Untuk mewujudkan keberpihakan pemerintah (affirmative action) bagi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.
Melalui latar belakang Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19 ini menyampaikan UNDANG-UNDANG Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi landasan hukum bagi Pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dengan tetap menjamin kekhasan dan kemandiriannya, sekaligus landasan hukum bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap Pesantren. Demikian halnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sebagai landasan hukum bagi penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Islam. 

Pandemi COVID-19 yang berdampak pada seluruh sektor kehidupan, termasuk Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam, pemerintah hadir melalui program yang nyata untuk memberikan dukungan dan “stimulan” guna meringankan beban Pesantren dan Pendidikan Keagamaan melalui skema Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020. 

Agar pengalokasian dan pengelolaan Bantuan Operasional Pesantren dan Bantuan Operasional Pendidikan Keagamaan Islam dapat dilaksanakan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, maka dipandang perlu untuk mengatur ketentuan mengenai Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Bantuan Operasional Pendidikan Keagamaan Islam.

Merujuk kepada hal-hal tersebut diatas, bagi yang ingin Download CATAT! Juknis BOP Pesantren dan PAI pada Masa Pandemi covid-19, silahkan download melalui tautan dibawah ini:
Download Juknis Penyelenggaraan Pendidikan Al-Quran No 91 tahun 2020 (TPQ)

Download Juknis Penyelenggaraan Pendidikan Al-Quran No 91 tahun 2020 (TPQ)

Baru-baru ini kementerian agama dan kebudayaan menerbitkan Petunjuk Teknis atau yang biasa disingkat Juknis Penyelenggaraan Pendidikan Al-Quran No 91 tahun 2020 (TPQ). Juknis ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam terselenggaranya pendidikan al-quran pada tahun ajaran 2020/2021.
Juknis Penyelenggaraan Pendidikan Al-Quran No 91 tahun 2020 (TPQ)
Adapun maksud dan tujuan diterbitkannya Juknis Penyelenggaraan TPQ No. 91/2020 ini yaitu sebagai berikut:
1. Maksud
Keputusan Direktur Jenderal tentang Penyelenggaraan Pendidikan Al­Qur'an ini dimaksudkan sebagai acuan bagi pemangku kepentingan dalam rangka pengaturan da.n pengembagan Kelembagaan Pendidikan Al-Qur'an.
2. Tujuan
Keputusan Direktur Jenderal tentang Penyelenggaraan Pendidikan Al­Qur'an bertujuan untuk pengaturan kelernbagaan Pendidikan Al­Qur'an supaya tertata dengan baik.

Melalui latar belakang nya disampaikan Kebijakan pengembangan pendidikan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, mencakup tiga aspek, yaitu; perluasan akses, peningkatan mu tu dan daya saing, serta tata kelola pendidikan. Perluasan akses ditandai dengan meningkatnya angka partisipasi masyarakat di dunia pendidikan. Kebijakan peningkatan mutu dan daya saing merupakan upaya serius meningkatkan kualitas pendidikan Islam sehingga mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Sedangkan tata kelola pendidikan Islam berkaitan dengan penataan kelembagaan, majamen pengelolaan dan regulasi pendidikan.

Terkait dengan kebijakan tersebut di atas, pendidikan Al-Qur'an sebagai bagian dari pendidikan Islam mempunyai posisi yang strategis. Hal ini tidak terlepas dari beberapa kenyataan; Pertama, pendidikan Al­Qur'an merupakan pendidikan dasar yang paling utama, karena di dalam Al-Qur'an terdapat kurang lebih 750 ayat rujukan yang berkaitan dengan ilrnu, sehingga semua lembaga pendidikan keagamaan Islam pasti megajarkan Al-Qur'an; Kedua, pengembangan pendidikan Al-Qur'an sangat penting karena Al-Qur'an merupakan sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi setiap muslim. Al­Qur'an bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (hablum min Allah wa hablum min an-nas), serta manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempuma (kaffah), diperlukan pemahaman terhadap kandungan Al­Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan konsisten; Ketiga, pendidikan Al-Qur'an menjadi fondasi seluruh kurikulum pendidikan di dunia islam, karena Al­Qur'an rnerupakan syiar agama yang rnampu menguatkan akidah dan mengokohkan keimanan.

Dengan demikian pendidikan Al-Qur'an merupakan ruh utama dari pendidikan Islam, karena Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup. Oleh karena itu pendidikan Al-Qur'an tidak sekedar pada belajar membaca dan menghafal tetapi harus dikembangkan lagi pada level berikutnya yaitu belajar memahami, sehingga mampu mengamalkannya dengan baik sesuai dengan pesan ilahiyah. 

Pancasila sebagai dasar negara menegaskan bahwa agama merupakan sumber nilai spiritual, moral dan etik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai amanat konstitusi, negara dan pemerintah berkewajiban memberikan jaminan dan perlindungan atas hak setiap warganya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, serta memberikan fasilitasi dan pelayanan untuk pemenuhan hak dasar warga negara tersebut.  Saat ini pendidikan Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh masyarakat telah berkembang pesat dengan berbagai jenis, metode, dan penjenjangan. Maka dalam rangka pengakuan terhadap satuan pendidikan Al-Qur'an perlu diatur dalam peraturan yang menjamin efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas lembaga. 

Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam pada pasal 50 telah mengamanahkan tentang jenis, tujuan, kurikulum, dan kriteria pendidik pada pendidikan Al-Qur'an. Petunjuk pelaksanaan ini ditetapkan sebagai turunan aturan tentang pendidikan Al-Qur'an secara rinci, yaitu tentang tujuan pendidikan Al­Qur'an, penyelenggaraan pendidikan: jenis, kurikulum, proses pembelajaran, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan pendidikan, pembiayaan, penilaian dan kelulusan, akreditasi, pembinaan dan evaluasi, serta tentang prosedur pendaftaran dan penutupan lembaga pendidikan Al-Qur'an. 

Merujuk kepada hal-hal tersebut diatas, bagi yang ingin Download Juknis Penyelenggaraan Pendidikan Al-Quran No 91 tahun 2020 (TPQ), silahkan download melalui tautan dibawah ini:

Buku Paket

[Buku Paket][recentbylabel2]

Info Sertifikasi

[Info Sertifikasi][recentbylabel2]
Notification
Selamat datang di Cadiak.id jangan lupa untuk mengikuti Sosial Media kami. Untuk Try-Out UTBK dan CPNS Online Gratis silahkan kunjungi Kolompendidikan.id
Done