Berita Pendidikan: Dana Bos
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Dana Bos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dana Bos. Tampilkan semua postingan

2/23/2021

Salinan Lampiran KM Satuan Biaya BOS Reguler

Salinan Lampiran KM Satuan Biaya BOS Reguler

Pada postingan kali ini, kami akan membahas tentang Salinan Lampiran KM Satuan Biaya BOS Reguler. Salinan ini berisi tentang besaran biaya Dana Bantuan Operasional Sekolah pada masing-masing daerah di Indonesia.

Salinan Lampiran KM Satuan Biaya BOS Reguler
Dikarenakan jumlah atau besaran pada masing-masing daerah berbeda. Maka sangat penting untuk mengetahuinya, sehingga tidak terjadi salah kaprah dan penggunaannya pun lebih tepat sasaran.

Nah, sebelum kita lanjut pada salinan Keputusan Menteri terkait dengan satuan dana BOS tersebut. Akan lebih baik jika kita paham apa yang dimaksud dengan dana BOS.

Dana BOS sendiri, merupakan program yang diusung oleh pemerintah untuk membantu sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Bantuan pendidikan dengan bentuk dana tersebut, diberikan berdasar dengan jumlah siswa yang terdaftar. Sehingga, tidak heran jika setiap sekolah memperoleh besaran bantuan yang berbeda.

Kapan dana BOS bisa dicairkan? Untuk pencairan dana BOS, ditetapkan oleh ketentuan Kemendikbud. Akan tetapi, pencairan tersebut terbagi menjadi tiha tahap. Yakni, tahap I sebesar 30%, tahap II 40%, dan tahap III sebesar 30%.

Kembali pada pembahasan Salinan Lampiran KM Satuan Biaya BOS Reguler. Kesemuanya bisa anda lihat langsung pada preview yang sudah kami sediakan dibawah.


Jika melihat lampiran diatas, tentu besaran bantuan dana BOS pada setiap jenjang mempunyai jumlah yang berbeda.

Akan tetapi, dari kesemua satuan biaya tersebut. Tidak ada perbedaan jumlah pada setiap jenjang. Terkecuali, pada beberapa daerah yang dianggap penting dan sangat membutuhkan.

Perbedaannya pun tidaklah mencolok, sebab hanya berkisar ratusan ribu saja. Sedangkan untuk setiap daerah lainnya, mempunyai jumlah bantuan yang sama.

Pertanyaannya, apa dana BOS hanya untuk sekolah Negeri saja? Nah untuk saat ini, dana BOS dan kinerjanya sudah bisa digunakan oleh sekolah swasta.

Dana Bos ini diberikan ada sekolah negeri dan swasta dengan jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. Khususnya bagi sekolah yang dianggap paling membutuhkan.

Dalam setiap tahunnya, dana bantuan yang diberikan sebesar Rp 60 juta untuk setiap sekolah. Dan dana BOS tersebut disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah.

Terdapat beberapa larangan kegiatan penggunaan dana BOS. Sehingga bantuan dana tersebut tidak dipergunakan sembarangan oleh pihak sekolah penerima bantuan.

Larangan tersebut mencakup : Disimpan dengan maksud untuk diambil bunganya (Dibungkan), Dipinjamkan pada pihak lain, Membeli software atau perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS atau perangkat lunak yang lain. Serta tidak diperkenankan untuk membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah, seperti halnya studi banding, tur, dan sejenisnya.

Diambil kesimpulan, Dana BOS hanya dipergunakan untuk kepentingan siswa dalam menjalankan proses atau kegiatan yang menjadi prioritas sekolah. Seperti halnya pembelian buku, seragam, dan yang lainnya.

2/22/2021

Salinan KEPMENDIKBUD 16-P-2021 Tentang Dana BOS

Salinan KEPMENDIKBUD 16-P-2021 Tentang Dana BOS

Bisa disebut jika Salinan KEPMENDIKBUD 16-P-2021 Tentang Dana BOS sangat penting untuk diketahui. Sebab didalamnya berisi terkait keterangan Satuan Biaya Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler untuk setiap daerah.

Salinan KEPMENDIKBUD 16-P-2021 Tentang Dana BOS
Seperti yang kita ketahui, Dana BOS merupakan salah satu sumber biaya yang diperuntukkan bagi lancarnya proses operasional di Sekolah.

Dana ini sangat membantu bagi kalangan siswa yang kurang mampu. Sehingga mereka tetap bisa mengikuti proses pembelajaran sebagaimana mestinya.

Dana BOS bisa menjadi sumber pembiayaan bagi guru honorer yang belum tercatat. Atau bahkan untuk kebutuhan lain yang mendukung proses pembelajaran siswa. Seperti halnya pembelian buku, seragam, alat tulis, dan sejenisnya.

Berdasar dari sumber file salinan KEPMENDIKBUD tersebut, tujuannya ialah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat 2 terkait Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2021. Yakni tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler.

Dalam surat keputusan tersebut, menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang satuan biaya dana BOS Reguler.

Setidaknya, ada tiga poin yang menjadi dasar penerapan keputusan yang dimaksud. Beberapa diantaranya sudah terlampir pada preview yang sudah kami lampirkan dibawah ini.


Melihat tiga poin yang sudah terlampir, dijelaskan bahwa kesemuanya harus diikuti dan mulai berlaku sejak tanggal yang sudah ditetapkan.

Penerapan peraturan ini, dimaksud agar pihak sekolah pada setiap daerah. Bisa menggunakan dana BOS sesuai yang ditetapkan oleh pihak pemerintah.

Dengan kata lain, tidak ada dana atau biaya BOS yang salah sasaran. Sehingga setiap proses pembelajaran di tiap sekolah, bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Penasaran dengan isi poin yang dimaksud? Berikut kami jabarkan untuk anda :

Poin Pertama :

Menetapkan satuan biaya bantuan operasional sekolah reguler pada masing-masing daerah. Selanjutnya, disebut pada satuan biaya BOS Reguler. Sebagaimana yang tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri.

Poin Kedua :

Satuan Biaya Bos reguler sebagaimana yang dimaksud pada Diktum Kesatu, dihitung berdasar kemahalan konstruksi masing-masing daerah serta indeks peserta didik.

Poin Ketiga :

Keputusan Menteri ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan.
Beberapa poin keterangan diatas tentunya harus diikuti oleh pihak sekolah (khususnya sekolah Negeri) di seluruh Indonesia.

Meski hanya berupa salinan, namun file ini sesuai dengan aslinya. Bahkan ditandatangi oleh Kepala Biro Hukum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagaimana? Apa ulasan yang kami rangkum diatas masih kurang lengkap? Jika dibaca sepintas, mungkin terasa kurang.

Akan tetapi, jika anda melihat file preview yang sudah terlampir diatas. Maka kami rasa penjelasan yang kami tulis sudah cukup dan bisa membantu anda dalam memahami isi dalam surat Keputusan Kemdikbud tersebut.

Sekian dari kami dan semoga bisa membantu!

2/21/2021

JUKNIS BOS 2021 - PERMENDIKBUD 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler

JUKNIS BOS 2021 - PERMENDIKBUD 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler

Pada JUKNIS BOS 2021 - PERMENDIKBUD 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler ini, dijelaskan tentang petunjuk teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

JUKNIS BOS 2021 - PERMENDIKBUD 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler
Didalamnya berisi tentang ketentuan umum, penerima dana BOS Reguler, besaran alokasi dana bos reguler, penyaluran dana, serta beberapa bab yang termaktup didalamnya.

Beberapa tujuan dari ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler, mungkin terbilang sederhana.

Akan tetapi poin-poin yang terangkum didalamnya, sangat membantu untuk semua sekolah. Agar bisa mengalokasikan dana dengan benar dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Adapun beberapa tujuan yang dimaksud ialah :

  • Meningkatkan mutu pembelajaran serta pemertaan akses layanan pendidikan. Salah satunya dengan mengalokasikan dan menyalurkan dana bantuan operasional sekolah reguler.
  • Mendukung pengelolaan dana bantuan operasional sekolah reguler secara akuntabel serta tepat sasaran. Sehingga dalam hal ini pemerintah penyusun petunjuk teknis pengelolaan dana BOS tersebut.

Sedangkan untuk ketentuan umum, dibawah ini kami merangkum beberapa poin yang dianggap sangat penting untuk diperhatikan. Beberapa diantaranya mencakup :

  • Dana BOS dipergunakan untuk mendanai belanja nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai pelaksana program wajib belajar. Serta bisa dimungkinkan untuk mendanai beberapa kegiatan sesuai Undang-Undang.
  • Alokasi dana BOS untuk membantu kebuuthan belanja operasional seluruh peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Jika anda penasaran dengan semua isi yang tertera pada PERMENDIKBUD 6 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Dana BOS Reguler. Bisa menyimak preview berikut :


Jenjang sekolah apa saja yang menerima dana BOS? Dirangkum dari isi surat Peraturan pada preview diatas, setidaknya ada beberapa jenjang sekolah yang menerima bantuan Dana BOS.

Sekolah yang dimaksud ialah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SLB, serta SMK. Bisa disebut semua jenjang sekolah berhak menerima bantuan dana BOS. Terkecuali jenjang perguruan tinggi.

Syarat Sekolah yang bisa menerima bantuan dana BOS diantaranya :

  • Mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik, sesuai dengan kondisi riil (sebenarnya) di sekolah hingga waktu yang sudah ditentukan.
  • Mempunyai nomor pokok sekolah nasional yang sudah terdata pada Dapodik.
  • Mempunyai izin untuk menyelenggarakan pendidikan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dan sudah terdata pada Dapodik.
  • Mempunyai jumlah peserta didik paling sedikit 60 peserta didik selama tiga tahun terakhir.
  • Tidak dan atau bukan merupakan satuan pendidikan kerja sama.

Beberapa poin yang sudah kami jelaskan diatas, pada dasarnya sudah terlampir pada preview PERMENDIKBUD 6 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Dana BOS Reguler.

Sehingga untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap. Anda bisa membaca secara rinci. Klik file untuk memperbesar atau menyimpannya pada perangkat masing-masing.

Demikianlah ulasan singkat yang bisa kami bahas. Semoga bisa membantu!

3/27/2020

Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana BOS tahun 2020

Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana BOS tahun 2020

Cadiak.id - Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana BOS tahun 2020 - Ditengah wabah pandemi korona ini, kemdikbud tetap mengucurkan bantuan dana BOS kepada sekolah-sekolah yang telah memenuhi syarat. Hal ini direalisasikan berdasarkan Kemdikbud pada tanggal 10 Maret 2020 yang lalu telah menerbitkan Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler tahap 1 Gelombang 2 tahun 2020.
Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana BOS tahun 2020
Bahwa Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini diterbitkan dengan pertimbangan sebagai berikut ini:
  1. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler, perlu menetapkan Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Operasional Sekolah Reguler Tahap I Gelombang II Tahun 2020; 
  2. bahwa hasil penghitungan alokasi dana bantuan operasional sekolah reguler sebagaimana yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 327/P/2020 tentang Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Operasional Sekolah Reguler Tahap I Gelombang II Tahun 2020 tidak sesuai dengan jumlah pagu alokasi dana bantuan operasional sekolah regular, sehingga perlu dilakukan penyesuaian; 
  3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Operasional Sekolah Reguler Tahap I Gelombang II Tahun 2020.
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Kepemndikbud No. 350/P/2020 tersebut diatas, bagi bapak/ibu guru yang ingin mendownload dan membaca dapat dilihat melalui laman dibawah ini:



Lampiran I Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana BOS tahun 2020


Lampiran II Kepmendikbud No. 350/P/2020 tentang Satuan pendidikan Penerima Dana BOS tahun 2020

Buku Paket

[Buku Paket][recentbylabel2]

Karya Ilmiah

[karyailmiah][recentbylabel2]
Notification
Selamat datang di Cadiak.id jangan lupa untuk mengikuti Sosial Media kami. Untuk Try-Out UTBK dan CPNS Online Gratis silahkan kunjungi Kolompendidikan.id
Done